Kamis, 4 Juni 2026

Ditemukan Sekitar Tahun 1813, Inilah Candi Sojiwan di Klaten yang Dibangun sebagai Penghormatan dari Raja Dyah Balitung

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 September 2024 | 11:00 WIB
Candi Sojiwan. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Candi Sojiwan. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

 

SketsaNusantara.idKlaten adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang mempunyai banyak peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno.

Di antara banyaknya peninggalan Kerajaan Mataram Kuno adalah situs Candi Sojiwan.

Candi Sojiwan merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno yang diketahui ditemukan pada tahun 1813 oleh Kolonel Colin Mackenzie.

Baca Juga: Terdapat 4 Patung Singa yang Mirip corak Hindu, Inilah Candi Ngawen di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Saat ditemukan, candi ini sudah runtuh dan hanya ada sisa-sisa tembok, reruntuhan, serta beberapa arca. Namun, pada akhirnya candi ini dipugar menjadi candi yang megah.

Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id oleh SketsaNusantara.id, Candi Sojiwan berlokasi di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Diketahui, Candi Sojiwan ini dibangun sebagai bentuk penghormatan dari Raja Dyah Balitung, seorang yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno dari 899-911 untuk Nini Haji Rakryan Sanjiwana.

Baca Juga: Dibangun Pada Abad ke-9, Inilah Candi Gunung Sari Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Magelang

Ia adalah nenek dari Raja Dyah Balitung dan diduga memiliki nama lain yakni Ratu Pramodhawardhani.

Relief dari Candi Sojiwan adalah bercorak Buddha yang memiliki tinggi 27 meter dengan denah alas 20x20 meter.

Candi ini bercorak Buddha karena terlihat pada atap yang ada jajaran stupa. Atapnya bertingkat bersusun tiga. Terdapat stupa-stupa serta di bagian puncak dimahkotai satu stupa besar.

Keunikan dari candi ini adalah memiliki relief yang menceritakan tentang cerita binatang dan menyampaikan pesan moral. Selain itu, Candi Sojiwan merupakan candi Buddha terbesar di Jawa Tengah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X