Kamis, 4 Juni 2026

Profil Ahmad Yani, Jenderal Kesayangan Bung Karno yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 September 2024 | 09:30 WIB
Biografi Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi Indonesia. (Instagram/@missyou)
Biografi Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi Indonesia. (Instagram/@missyou)

Ahmad Yani mengikuti berbagai pendidikan militer, salah satunya adalah Pendidikan Calon Perwira Dinas Topografi Militer di Malang pada tahun 1940-1942.

Namun, pendidikannya terpaksa terhenti ketika Jepang melakukan invasi Hindia Belanda pada tahun 1942.

Baca Juga: G30S PKI, Indonesia Jadi Sorotan Media-Media Asing dari Pro hingga Kontra

Setelah Jepang di Indonesia, ia mengikuti pendidikan militer untuk Heiho di Magelang, Jawa Tengah.

Ahmad Yani diceritakan juga pernah mendapat dukungan dari Angkatan Darat untuk melanjutkan pendidikan militernya di Command and College Fort Leaven Worth.

Jenderal tersebut melanjutkan pendidikan di Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas pada tahun 1955.

Baca Juga: 7 Nama Pahlawan Revolusi: 6 Jenderal 1 Perwira Korban G30S PKI yang Jasadnya Ditemukan di Lubang Buaya

Setahun kemudian, Ahmad Yani mengikuti pendidikan militer yakni Spesial Warfare Course di Inggris selama dua bulan.

Pada tahun 1958, terjadi pemberontakan PRRI di Sumatera Barat, Ahmad Yani ditunjuk untuk memulai Operasi 17 Agustus untuk mengatasi pemberontakan tersebut.

Operasi 17 Agustus di Sumatera Barat yang dipimpin Ahmad Yani berjalan dengan apik dan sukses.

Baca Juga: Benarkah Komunis Itu Jahat? Inilah Alasan di Balik Masyarakat Indonesia yang Sangat Membenci PKI

Ahmad Yani dipercayakan sebagai pemimpin TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Purwokerto.

Segala pendidikan kemiliteran yang Ahmad Yani tempuh diperuntukkan demi persiapan dirinya sebagai calon perwira.

Pada saat Agresi Militer Belanda I terjadi, Ahnad Yani bersama pasukannya berhasil bertahan dari serangan Belanda di Pingit.

Selanjutnya, Ahmad Yani pernah ditunjuk sebagai Komandan Wehrkreise II pada saat terjadinya Agresi Militer Belanda II.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X