SketsaNusantara.id - Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 mencatat sejarah yang mengejutkan: Partai Komunis Indonesia (PKI) berhasil meraih posisi keempat.
Keberhasilan ini sangat mengejutkan dan dianggap mustahil.
Mengingat tujuh tahun sebelumnya, pada tahun 1948, PKI mengalami penindasan berat, pendukungnya ditumpas, dan citra mereka hancur karena dicap sebagai pemberontak.
Baca Juga: Kisah Harta Karun Presiden Soekarno yang Penuh Kontroversi, Ada Hubunganya dengan Amerika Serikat?
Namun, pada pemilu 1955, PKI berhasil meraih suara signifikan dan memperoleh kursi kuat di parlemen, menjadi partai politik paling solid dan terkoordinir di Indonesia.
Jika pemilu diadakan kembali dalam waktu dekat, banyak yang percaya PKI akan kembali memenangkan pemilu, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube guru gembul.
Mereka memiliki dukungan kuat dari berbagai lapisan masyarakat, dari akar rumput hingga elit politik.
PKI dikenal dengan kebijakan populisnya, seperti membagikan tanah kepada rakyat, membangun saluran irigasi untuk petani, dan mendukung hak-hak buruh.
Mereka juga aktif dalam bidang pendidikan dan media massa, serta memiliki pengaruh signifikan di kalangan militer, termasuk Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
Namun, keberhasilan PKI tidak lepas dari adanya musuh-musuh kuat.
Baca Juga: Soroti Wawancara Polda Sumbar dengan Keluarga Mendiang Afif Maulana, Netizen: Harus Lapor Siapa?
Angkatan Darat membenci PKI karena dianggap sebagai kelompok internasionalis yang berpotensi menyerahkan Indonesia kepada Soviet.
Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris, khawatir Indonesia akan menjadi negara komunis yang menguntungkan musuh besar mereka.
Artikel Terkait
Sederet Prestasi Didit Hediprasetyo, Putra Prabowo Subianto yang Jadi Desainer Jersey Timnas Indonesia dalam Olimpiade Paris 2024
Terungkap Harvey Moeis Cuma Penumpang, Netizen Ingatkan Jejak Digital Soal Jet Mewah: Statusnya Kepunyaan...
Kantongi 5 Dukungan Partai, Gus Fawait Yakin Bakal Ada Rekom Turun Kembali untuk Dirinya
Mengenal Saintific Crime Investigation dalam Kasus Pembunuhan Feni Ria Sumatera Barat, Bagaimana Dasar Hakim Membuat Keputusan?
Banyak Nama Muncul Jadi Pendamping Gus Fawait Maju Pilkada Jember 2024, Kader Gerindra: Ojo Grusa Grusu, Ojo Kesusu
Tak Ada Nama Nadiem Makarim, Susunan Calon Menteri Prabowo - Gibran Kembali Bocor, Budi Arie Masih Setia Digunakan