Kamis, 4 Juni 2026

Kondisi Makam Raja Kerajaan Gowa ke-XIII yang Terletak di Benteng Keraton Buton Sulsel, Tampak tak Megah tapi...

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 September 2024 | 09:30 WIB
Makam Raja Gowa ke-XIII di Benteng Keraton Buton. (YouTube/RR Project)
Makam Raja Gowa ke-XIII di Benteng Keraton Buton. (YouTube/RR Project)

SketsaNusantara.id - Masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Buton pasti sudah tidak asing dengan salah satu makam yang merupakan tempat peristirahatan terakhir Raja Gowa.

Makam yang berada dalam benteng terluas di Indonesia atau Benteng Keraton Buton tersebut diketahui milik Raja Gowa ke-13.

Dikutip SketsaNusantara.id dari Tiktok @YouTube RR PROJECT, makam di Benteng itu tertulis Makam Karaeng Tunni Pasulu Raja Gowa XIII.

Baca Juga: Bukan Hanya dari Kedatangan Paus Fransiskus, Toleransi di Nusantara Telah Ada sejak Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Bukti Candi..

Penampakan makam Raja Gowa XIII tersebut bukan seperti makam raja-raja lain yang megah, tetapi bisa dibilang sederhana.

Digambarkan seperti makam bisa yang dikelilingi batu-batuan tua sebagi tembok, nisan juga terbentuk dari batu tua yang serupa.

Disebelah makam terdapat sebuah pohon palm kecil dan terdapat juga papan yang menunjukkan sejarah adanya makam Raja Gowa ke-XIII.

Baca Juga: Sunda Terpecah Menjadi Dua! Raja Visioner Ini Membebaskan Kerajaan Galuh dari Cengkeraman Tarumanagara

Sejarah singkat tentang Raja Gowa ke-XIII yang memiliki nama I Tepu Karaeng Daeng Parabbung menduduki tahta sebagai raja Kerajaan Gowa pada tahun 1590.

I Tepu Karaeng Daeng Parabbung menjabat sebagai Raja Kerajaan Gowa saat usianya baru menginjak 15 tahun, dirinya memerintah selama tahun 1590 hingga 1593.

Diketahui pada masa pemerintahannya, Kerajaan Gowa mengalami kekacauan hebat yang disebabkan dari kewenangan yang dibentuk Raja secara semena-mena.

Baca Juga: Jangan Remehkan! Bukan Prasasti Biasa, Jejak Kejayaan Kerajaan Pajajaran, Penuh dengan Mantra Mujarab?

Kekacauan tersebut menyebabkan banyak pendatang hingga keturunan para Raja Gowa memutuskan untuk pergi meninggalkan negeri Gowa.

Pada akhirnya, Raja Gowa ke-XIII diturunkan atau dikeluarkan secara paksa dari singgahsanahnya karena diakui tidak becus mengurus kerajaan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X