Bukan hanya itu, Raja tersebut diberikan gelar sebagai "Karaeng Tuni Pasulu" atau artinya raja yang dibuang.
I Tepu Karaeng Daeng Parabbung yang telah dibuang akhirnya memutuskan untuk meninggalkan negeri Gowa dan singgah di Luwu.
Perjalanannya berhenti di Buton, kemudian dirinya melanjutkan kehidupannya hingga wafat pada 5 Juli 1617.
Cerita singkat tentang Raja Gowa seusai ditendang dari Kerajaan Gowa tertulis di papan dekat makamnya, berikut informasinya.
"Setelah dimakzulkan dari takhta Kerajaan Gowa, beliau ke Buton mendapatkan suaka politik dari penguasa Kesultanan Buton,"
Demikianlah informasi seputar makam Raja Gowa ke-XIII yang berada di Benteng Keraton Buton Sulawesi Selatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kisah Legendaris Ratu Shima, Pemimpin Kerajaan Kalingga yang Rela Memotong Jari Tangan Putra Mahkota karena Lakukan Kesalahan Ini...
Benarkah Jadi Kompleks Makam di Era Kerajaan Majapahit? Inilah Kisah di Balik Candi Pasetran Mojokerto
Tidak Banyak yang Tahu! Selalu Melekat dengan Polri, Nama Bhayangkara Ternyata Warisan dari Kerajaan…
3 Fakta Unik Prasasti Ciaruteun Peninggalan Kerajaan Tarumanagara Bogor, Terukir Tulisan Bahasa Sansekerta
Dulu Tempat Pemandian Para Raja, Sekarang Jadi Destinasi Wisata, Inilah Candi Umbul Warisan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-8