Kamis, 4 Juni 2026

Mengungkap Jejak Kerajaan Mataram Kuno di Situs Liyangan Purbosari Temanggung, Konon Pernah Luluh Lantak Karena Letusan Gunung Sindoro

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 September 2024 | 22:00 WIB
Penampakan Situs Liyangan di Temanggung, Jawa Tengah (Instagram/@hilmarfarid)
Penampakan Situs Liyangan di Temanggung, Jawa Tengah (Instagram/@hilmarfarid)

SketsaNusantara.id - Situs Liyangan Purbosari di Temanggung, Jawa Tengah, menjadi salah satu peninggalan berharga dari Kerajaan Mataram Kuno yang menarik untuk ditelusuri.

Terletak di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, situs ini menawarkan pandangan yang mendalam tentang kehidupan masa lalu di Nusantara, khususnya pada masa kejayaan Mataram Kuno.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, penemuan Situs Liyangan ini terjadi secara tak sengaja pada tahun 2008, ketika warga setempat sedang menambang pasir dan menemukan bongkahan candi serta arca yang telah terkubur selama berabad-abad.

Baca Juga: Punya 7 Warna? Jujugan Terunik Peninggalan Kerajaan Cirebon yang Tersembunyi di Dalam Keraton, Warga Jomblo Wajib ke Sini

Tak hanya itu, warga juga menemukan beberapa yoni dengan bentuk unik, yang kemudian memicu kedatangan para arkeolog untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Setelah penggalian dan penelitian intensif, para arkeolog mengungkapkan bahwa Situs Liyangan ini dulunya adalah sebuah perkampungan yang sangat rapi dan terstruktur.

Berbeda dengan temuan situs-situs kuno lainnya, perkampungan ini memiliki area hunian, tempat ibadah, dan area pertanian yang tertata secara apik.

Baca Juga: Mengulik Candi Klero yang Konon Merupakan Peninggalan dari Kerajaan Singasari di Semarang

Temuan ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana masyarakat Mataram Kuno mengorganisir kehidupan sehari-hari mereka.

Berdasarkan temuan arkeologis, perkampungan di Liyangan sudah ada sejak abad ke-6 hingga abad ke-10 Masehi, dari masa pra-Hindu hingga era kejayaan Kerajaan Mataram Kuno.

Di area hunian, ditemukan sisa-sisa rumah panggung yang terbuat dari kayu, bambu, dan ijuk, serta berbagai perkakas rumah tangga seperti periuk, kendi, mangkuk, dan pecahan tungku.

Baca Juga: 3 Fakta Benteng Buton Peninggalan Keraton Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara, Nomor 1 Masuk Rekor Dunia

Menariknya, beberapa perkakas ini terbuat dari logam, perunggu, dan keramik, dengan sebagian keramik diyakini berasal dari Dinasti Tang di Cina, menunjukkan adanya hubungan perdagangan internasional pada masa itu.

Tempat ibadah di Situs Liyangan juga menunjukkan nuansa Hindu yang kental, dengan penemuan struktur candi, batur, dan petirtaan. Selain itu, teras berundak yang disebut jhalaman, serta arca-arca dengan gaya Polinesia menambah dimensi unik dari situs ini.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X