Kamis, 4 Juni 2026

Kerap Gagap Diwawancara, Tapi Jadi Jubir? Intip Profil Moerdiono, Sosok Ini Jadi Tangan Kanan Soeharto saat Orde Baru

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 14:19 WIB
Potret profil Moerdiono sebagai Jubir Soeharto. (YouTube President File)
Potret profil Moerdiono sebagai Jubir Soeharto. (YouTube President File)

SketsaNusantara.id- Mengenal sosok Moerdiono, seseorang yang pernah bersinar pada masa Orde Baru sebagai Juru Bicara atau Jubir Soeharto.

Profil Moerdiono ini begitu khas. Lantara ia memiliki keunikan selama menjabat sebagai bagian dari pemangku politik.

Ciri khas dari Moerdiono adalah dikenal sebagai sosok yang kaku dalam berbagai hal. Salah satunya ketika diwawancara oleh media.

Baca Juga: 4 Jenis Kebaya di Indonesia, Ada Favorit Ibu Tien Soeharto hingga Hasil Akulturasi Budaya Jawa dan Tionghoa

Ia begitu berhati-hati dalam memilih kata saat memberikan keterangan kepada kawan-kawan pers.

Ketik akan menyambung kalimat yang terlontar dari mulutnya. Pemangku politik masa Orde Baru ini kerap menyelipkan bunyi "eeeu eeeu..".

Alhasil momen tersebut membuat para wartawan menunggu keterangan dari Moerdiono. Meski dikenal gagap saat diwawancara, namun Jubir satu ini garang dalam menjaga kekuasaan.

Baca Juga: 6 Fakta 18 Paskibraka Lepas Jilbab: Bertentangan dengan Pancasila hingga Mundur seperti Zaman Orde Baru

Melansir dari setneg.go.id, pria ini lahir di Banyuwangi, 19 Agustus 1934. Ia menempuh pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang, tahun 1957.

Pendidikannya kemudian dilanjutkan ke Lembaga Administrasi Negara pada tahun 1967. Moerdiono akhirnya memulai karir di bidang pemerintahan.

Karir pertama yang diambil olehnya adalah sebagai staf Sekretaris Negara pada tahun 1966. Kemudian menjadi Asisten Menteri Sekretaris Urusan Khusus, tahun 1972.

Baca Juga: Inilah Profil Singkat dan Fakta Menarik Ella Gross yang Resmi Menjadi  Member MEOVV, Ternyata Pengalamannya Luar Biasa...

Hingga Moerdiono pernah mengisi jabatan sebagai Sekretaris Kabinet mulai 1981 sampai 1983.

Karirnya semakin bersinar pada masa Orde Baru. Bagaimana tidak, pada tahun 1983 ia dipercaya untuk bergabung menjadi Kabinet Pembangunan IV.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: setneg.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X