Sabtu, 4 Juli 2026

Tradisi Pengantin Tebu Berasal dari Kisah Tragis di Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta? Ternyata Tujuannya untuk...

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Agustus 2024 | 21:15 WIB
Ilustrasi sejarah tradisi Pengantin Tebu di Pabrik Gula Madukismo (Kolase madubaru.co.id, Pixabay/Corinna Schenk)
Ilustrasi sejarah tradisi Pengantin Tebu di Pabrik Gula Madukismo (Kolase madubaru.co.id, Pixabay/Corinna Schenk)

Di Pabrik Gula Madukismo sendiri, tradisi Pengantin Tebu tak lepas dari kisah tragis yang konon pernah terjadi.

Baca Juga: Mistis Tapi Nyata! Inilah Misteri Bengkel Gaib di Depan Rest Area Wonosari Yogyakarta, Kisahnya Populer Hingga Jadi Urban Legend Warga Setempat

Dikisahkan, di pabrik yang dibangun tahun 1955 ini pernah ada sepasang kekasih yang bekerja di Pabrik Gula Madukismo.

Namun sayang, cinta keduanya tidak direstui oleh orang tua dari pihak wanita.

Akhirnya, keduanya nekat untuk menikah dan menggelarnya di Pabrik Gula Madukismo pada malam hari.

Baca Juga: Candi Ratu Boko Yogyakarta: Kisah Istana Ayahanda Roro Jonggrang, Rahasia dan Keindahan yang Penuh Misteri

Namun pada hari tersebut, kejadian nahas justru terjadi tepat saat keduanya akan menikah.

Segerombolan orang tiba-tiba datang ke pabrik, hingga sang wanita terjebak di mesin penggilingan tebu.

Kekasihnya yang hendak menolong malah turut terjebak, keduanya pun tewas dalam mesin tersebut.

Baca Juga: Memiliki Cadangan Makanan Selama 95 Tahun Lebih, Desa di Sukabumi Ini Masih Memegang Teguh Tradisi Leluhur, di Mana Lokasinya?

Untuk menghormati jasad keduanya, masyarakat setempat lalu menggelar upacara manten tebu yang dilakukan setiap tahun.

Walau konon berasal dari kisah tragis, namun tradisi ini memiliki tujuan yang luhur.

Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Warisan Budaya Kemdikbud, tujuan tradisi ini yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah panen tebu yang melimpah serta harapan panen yang akan datang semakin baik.

Bahkan sepasang pengantin tebu juga akan diberi nama yang menyimbolkan harapan-harapan tersebut.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X