Kamis, 4 Juni 2026

Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Agustus 2024 | 13:30 WIB
Sejarah Serabi Notosuman, Solo (warisanbudaya.kemendikbud.go.id)
Sejarah Serabi Notosuman, Solo (warisanbudaya.kemendikbud.go.id)

Serabi solo juga memiliki banyak varian rasa. Seperti original, coklat, nangka atau abon. Bahan tersebut, nantinya ditabur di atas serabi saat masih setengah matang.

Baca Juga: Benarkah IKN akan Dipimpin oleh Keturunan Tribhuwana Tunggadewi? Seorang Raja Majapahit yang Menaklukan Nusantara

Serabi solo yang paling terkenal yaitu Serabi Notosuman. Nama Notosuman sesuai dengan nama jalan tempat dimana serabi itu dijajakan yang saat ini berubah jadi Jl. Muh Yamin.

Sejarah Serabi Notosuman

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman warisan budaya.kemendikbud.go.id, Serabi Notosuman, kuliner khas Solo ini dirintis oleh oleh pasangan suami istri, Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan pada tahun 1923.

Tadinya, pasangan suami istri ini seringkali menerima pesanan apem dari para tetangganya, lama kelamaan kelezatan apem ini semakin populer sehingga berkembang menjadi resep serabi.

Baca Juga: 5 Restoran Gudeg Paling Populer di Yogyakarta, Ternyata Kuliner Khas Jogja Ini Punya Tiga Jenis Varian Berbeda, Apa Saja?

Serabi ini memakai resep turun temurun yang saat ini telah dijalankan hingga generasi keempat.

Pembeda resep Serabi Notosuman dengan serabi lainnya yaitu penggunaan beras Cendani yang ditumbuk secara tradisional.

Tujuannya agar rasa, kualitas dan kebersihan bisa tetap terjaga.

Serabi Notosuman hanya menggunakan bahan alami seperti tepung beras, gula santan, pandan dan vanila. Hal ini membuat serabi tidak bisa bertahan lebih dari 24 jam.

Baca Juga: Sejak Tahun 1980! Kuliner Legendaris Rujak Cingur Mak Tun Malang, Uniknya Dipungkasi dengan Kuah Kolak Santan yang Lekoh...

Sehingga lebih enak disantap selagi hangat dengan bungkus daun pisang.

Untuk mempertahankan rasa asli, penjual serabi Notosuman asli ternyata hanya menggunakan 2 varian rasa yaitu original dan coklat.

Konon, sempat menambahkan rasa nangka, namun ternyata justru rasa toping lebih dominan dari rasa aslinya.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: surakarta.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X