Menurut cerita rakyat, pernikahan ini terjadi setelah Sultan Agung mengalami beberapa kekalahan dalam pertempuran, termasuk upayanya untuk menguasai Batavia.
Dalam konteks ini, Ratu Kidul dianggap sebagai sosok yang dapat memberikan kekuatan gaib dan dukungan spiritual kepada Sultan Agung.
Masyarakat percaya bahwa pernikahan ini menciptakan pasukan ghaib yang membantu memperkuat pasukan Mataram dalam berbagai konflik.
Baca Juga: Ternyata Bukan Sultan Hamid II, Siapa Pencipta Lambang Garuda yang Sebenarnya?
Sehingga pernikahan tersebut bersifat politis untuk Kerajaan Mataram Islam dimana dari pernikahan itu Sultan Agung mendapatkan kekuatan pasukan gaib.
Pernikahan ini juga memiliki makna simbolis yang dalam. Ratu Kidul sering kali dipandang sebagai simbol kekuatan dan kesuburan, serta penguasa yang melindungi wilayah selatan Jawa.
Dalam kepercayaan masyarakat, hubungan ini melambangkan perpaduan antara dunia spiritual dan dunia nyata, di mana Sultan Agung berusaha untuk mendapatkan legitimasi dan dukungan dari kekuatan supernatural.
Kisah ini telah menginspirasi berbagai bentuk seni dan budaya, termasuk tari Bedhaya, yang konon diciptakan sebagai ungkapan cinta antara Sultan Agung dan Ratu Kidul. Tari ini dianggap sakral dan sering dipentaskan dalam upacara resmi di Yogyakarta
Selain itu, kisah ini juga menjadi bagian dari tradisi lisan yang terus diceritakan dari generasi ke generasi, menambah kekayaan budaya Jawa.
Dengan demikian, pernikahan Sultan Agung dengan Ratu Kidul bukan hanya sekadar cerita cinta, tetapi juga merupakan bagian integral dari sejarah dan budaya Jawa yang kaya akan makna dan simbolisme.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sejarah Pabrik Mesiu di Kotagede Dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono II yang Dimanfaatkan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa
Makna Ukiran Daun Kluwih pada Mimbar Masjid Kotagede, Hadiah untuk Sultan Agung yang Terbuat dari Kayu Bertuah?
Asal Usul Nama Jalan Malioboro, Bermakna Ajaran Sultan Hamengku Buwono I hingga Jadi Poros Garis Imajiner Yogyakarta
Makam Syekh Mutamakkin di Mana? Dikenal Sebagai Ki Cebolek yang Punya Garis Keturunan Sultan Demak dan Prabu Brawijaya V
Sosok Arung Palakka, Sultan Bone yang Memperjuangkan Kemerdekaan Rakyat Bugis, Memiliki Gelar...
Favorit Sultan Agung, Lemper Raksasa Jadi Simbol Upacara Adat Rebo Wekasan, Punya Makna Mendalam
Siapa Tumenggung Endranata? Sosok yang Dikenang Sebagai Pengkhianat Sultan Agung dan Diperlakukan Tragis Hingga Kini