Senin, 13 Juli 2026

Sejarah Batagor Khas Jawa Barat dan Alasan di Balik Makanan Sunda yang Selalu Punya Nama Unik

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 09:15 WIB
Batagor, makanan khas Sunda Jawa Barat.  (X/ @hitosins.)
Batagor, makanan khas Sunda Jawa Barat. (X/ @hitosins.)

Baca Juga: Sejuta Karomah Kyai Hamid Pasuruan, Salah Satunya Tidak Masuk Akal dan Paling Dikenang Hingga Kini

Keunikan ini menarik perhatian Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum., Dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman unpad.ac.id. 

Bersama timnya, Elvi meneliti "Tata Nama Kuliner Sunda Sebagai Kearifan Lokal dalam Perspektif Cognitive Onomastics".

Elvi menjelaskan bahwa orang Sunda sering memberikan nama makanan dengan cara reduplikasi atau pengulangan.

Baca Juga: Siapa Suhud Sastro Kusumo? 5 Fakta Tokoh yang Lindungi Keluarga Bung Karno, Saat Kemerdekaan Indonesia Berperan Sebagai...

Misalnya, "bala-bala" yang berasal dari kata "bala" dalam bahasa Sunda yang berarti tidak bersih atau tidak rapi, menggambarkan sayuran yang dicampur dengan tepung dan dibentuk secara asal.

Contoh lain adalah "gado-gado", dari kata "digado" yang berarti dimakan tanpa nasi, dan "rarawuan" dari kata "dirawu" yang artinya diambil segenggam.

Nama "goréjag" merupakan singkatan dari "goreng jagung" dan juga sinonim dari "ngoréjat", yang berarti terkejut dalam bahasa Sunda.

Menurut Elvi, nama-nama makanan ini mencerminkan nilai-nilai lokal yang penting untuk dilestarikan.

Baca Juga: Awalnya Nomaden dan Liar, Inilah Kisah Suku Kalang yang Menjelma Jadi Maestro Arsitektur Andalan Majapahit

Ia berharap penelitiannya dapat berlanjut ke bidang "linguistic landscape" untuk mendokumentasikan tata nama makanan Sunda.

Sehingga kearifan lokal dalam kuliner Sunda tetap terjaga dan tidak mudah diklaim pihak lain.

Dengan penelitian ini, Elvi dan timnya berharap dapat memperkuat identitas budaya melalui nama-nama kuliner yang khas dan penuh makna.

Sehingga kekayaan budaya Sunda dapat terus dikenal dan dihargai oleh generasi mendatang.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKLIK DI SINI

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X