Baca Juga: Sejuta Karomah Kyai Hamid Pasuruan, Salah Satunya Tidak Masuk Akal dan Paling Dikenang Hingga Kini
Keunikan ini menarik perhatian Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum., Dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman unpad.ac.id.
Bersama timnya, Elvi meneliti "Tata Nama Kuliner Sunda Sebagai Kearifan Lokal dalam Perspektif Cognitive Onomastics".
Elvi menjelaskan bahwa orang Sunda sering memberikan nama makanan dengan cara reduplikasi atau pengulangan.
Misalnya, "bala-bala" yang berasal dari kata "bala" dalam bahasa Sunda yang berarti tidak bersih atau tidak rapi, menggambarkan sayuran yang dicampur dengan tepung dan dibentuk secara asal.
Contoh lain adalah "gado-gado", dari kata "digado" yang berarti dimakan tanpa nasi, dan "rarawuan" dari kata "dirawu" yang artinya diambil segenggam.
Nama "goréjag" merupakan singkatan dari "goreng jagung" dan juga sinonim dari "ngoréjat", yang berarti terkejut dalam bahasa Sunda.
Menurut Elvi, nama-nama makanan ini mencerminkan nilai-nilai lokal yang penting untuk dilestarikan.
Ia berharap penelitiannya dapat berlanjut ke bidang "linguistic landscape" untuk mendokumentasikan tata nama makanan Sunda.
Sehingga kearifan lokal dalam kuliner Sunda tetap terjaga dan tidak mudah diklaim pihak lain.
Dengan penelitian ini, Elvi dan timnya berharap dapat memperkuat identitas budaya melalui nama-nama kuliner yang khas dan penuh makna.
Sehingga kekayaan budaya Sunda dapat terus dikenal dan dihargai oleh generasi mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat
Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI
5 Restoran Gudeg Paling Populer di Yogyakarta, Ternyata Kuliner Khas Jogja Ini Punya Tiga Jenis Varian Berbeda, Apa Saja?
3 Rekomendasi Kuliner Legendaris Malang yang Murah-meriah Cocok Buat Anak Kos, Kuy Jajan!
Kolak Dikasih Ayam? Rahasia di Balik Kuliner Khas Gresik, Rupanya Peninggalan Sosok Penting dari Desa Gumeno