SketsaNusantara.id - Perkedel atau Bergedel bukanlah makanan yang asing bagi masyarakat Indonesia karena mudah dijumpai di berbagai daerah.
Perkedel barasal dari bahasa Belanda yakni "Frikadeller" atau "Frikadel" yang mempunyai arti daging cincang atau daging giling yang dipadatkan kemudian digoreng.
Asal kata perkedel sudah menunjukkan bahwa sajian ini berasal dan diperkenalkan dari makanan orang-orang Belanda.
Baca Juga: Arti Blencong dalam Pagelaran Wayang Kulit, Jadi Salah Satu Komponen yang Penting dan Wajib
Pelafalan "Frikadel" yang sulit diucapkan oleh orang-orang lokal di Indonesia yang menyebabkan namanya diganti menjadi perkedel atau bergedel dan bisa kita kenali sampai sekarang.
Pada awalnya, bahan utama untuk membuat frikadel atau perkedel yang dibawa orang Belanda memang menggunakan daging sapi atau babi yang dicincang atau digiling berdasarkan kanal youtube @INDOKU TV, dilansir oleh SketsaNusantara.id.
Masyarakat lokal yang ingin makan sajian pada masa pendudukan Belanda dulu hanya sedikit dan terbatas, karena harga daging-daging tersebut sangat mahal.
Hal tersebut yang menyebabkan masyarakat Indonesia memikirkan ide lainnya yakni memodifikasi perkedel dan mengganti bahan utamanya dengan menambahkan kentang yang dihaluskan.
Kebetulan pada masa itu, hasil bumi yang mudah ditemukan dan harganya yang murah adalah kentang. Akhirnya kentang dijadikan bahan utama untuk membuat perkedel.
Saat ini, masyarakat Indonesia membuat perkedel juga lebih banyak menggunakan kentang daripada daging. Ada yang ditambahkan dengan daging cincang dan ada pula yang tidak menggunakannya sama sekali.
Kentang dalam pembuatan frikadel biasanya akan digoreng atau direbuss terlebih dahulu sebelum dilumatkan.
Ternyata, kentang yang direbus jauh lebih susah untuk dilekatkan karena banyaknya kandungan air didalamnya.
Artikel Terkait
Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...
Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik
Favorit Keluarga Kerajaan! Incip-Incip Kuliner Khas Yogyakarta yang Unik dan Otentik, Suguhkan Sajian Bunga Buah Pohon Kelapa
Jadi Simbol Maaf, Kuliner Lontong Ternyata Penuh Makna Filosofis, Salah Satu Makanan Tradisional Nusantara
Inilah Kuliner Khas Jawa 'Tiwul' yang Mengandung Berbagai Manfaat dan Nutrisi, Alternatif Pengganti Nasi?
Melirik Kisah Docang: Makanan Bersejarah yang Direncanakan untuk Meracuni Wali Songo, Kini Jadi Kuliner Favorit Khas Cirebon
Mengenal Makna Filosofi Soto Kudus Sebagai Kuliner Khas Kota Kudus, Kaitannya dengan Penggunaan Daging Kerbau?
7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang
Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno