Kamis, 4 Juni 2026

Tetap Tangguh Walau Fisik Sudah Renta, Beginilah Kehebatan Nyi Ageng Serang dalam Perang Jawa Bersama dengan Pangeran Diponegoro

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 06:30 WIB
Patung Nyi Ageng Serang dan Pangeran Diponegoro, dimana keduanya adalah pemimpin perang Jawa.  (Facebook.com/@Panorama Kulon Progo.)
Patung Nyi Ageng Serang dan Pangeran Diponegoro, dimana keduanya adalah pemimpin perang Jawa. (Facebook.com/@Panorama Kulon Progo.)

SketsaNusantara.id - Nyi Ageng Serang adalah salah satu pahlawan wanita Indonesia yang memiliki kegigihan luar biasa dalam mengusir penjajah dari tanah Jawa.

Bahkan, Nyi Ageng Serang sering kali terjun secara langsung dalam medan pertempuran karena dirinya memang sudah akrab dengan perang sejak kecil.

Hal tersebut disebabkan karena Ayah dari Nyi Ageng Serang yaitu Pangeran Natapraja merupakan teman seperjuangan dengan Pangeran Mangkubumi dalam melawan Belanda.

Baca Juga: Mengulik Kisah KH Imam Zarkasyi, Ulama Besar Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang Punya Pemikiran Melampaui Zaman

Meskipun seorang perempuan, Nyi Ageng Serang sudah tertarik untuk mengikuti jejak Ayahnya dengan mengikuti latihan perang dan masuk dalam pasukan wanita.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Lembara Lensa, pada tahun 1825 dimana pada saat itu merupakan awal dari meletusnya Perang Jawa yang dipimpin Pengeran Diponegoro, Nyi Ageng Serang beserta suaminya Pangeran Serang ikut terjun dalam medan pertempuran.

Walaupun waktu itu umur Nyi Ageng Serang sudah memasuki usia renta, namun ia tetap mempunyai semangat juang tinggi pada agar dapat mengusir para penjajah yang sudah membuat rakyat menderita.

Baca Juga: Siapa Pendiri Banser NU? Inilah Muhammad Zainudin Kayubi, Komandan Pertama Banser yang Ikut Memberantas PKI di Blitar

Suaminya yakni Pangeran Serang harus gugur dalam peperangan tersebut, namun Nyi Ageng Serang tetap melanjutkan pertempuran dan tidak berlarut terus dalam kesedihan.

Fisiknya yang lemah karena usianya yang sudah mencapai 73 tahun tetap tidak menyurutkan dirinya untuk tetap memimpin pasukan dengan cara ditandu.

Selain memimpin pertempuran, ia juga diangkat oleh Pangeran Diponegoro sebagai penasehat perang.

Baca Juga: 13 Tokoh NU Pendiri PMII Selain KH Chalid Mawardi, Ada Anak Ulama Asal Malang yang Jarang Disebut, Siapa?

Sepak terjang Nyi Ageng Serang yang begitu mumpuni dalam hal perang membuat Belanda kewalahan, apalagi banyak pos Belanda yang berhasil ia hancurkan.

Nyi Ageng Serang mempunyai pasukan yang disebut dengan nama "Semut Ireng" yang disusun dalam formasi siap siaga serta mereka selalu membawa panji merah putih sebagai simbol gula dan kelapa yang mempunyai filosofi yakni kejayaan.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X