SketsaNusantara.id – Pondok Pesantren Nazhatut Thullab di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, telah berdiri sejak tahun 1702.
Selama lebih dari tiga abad, pesantren ini menanamkan nilai-nilai Islam kepada santri dan masyarakat.
Pesantren ini dikenal luas di kalangan masyarakat Madura sebagai salah satu pesantren tertua di daerah tersebut.
Baca Juga: 3 Fakta Mahbub Djunaidi, Selain Ketua Umum Pertama PMII Pernah Memimpin PWI Pusat, Benarkah?
Pesantren yang kini dipimpin oleh KH Muhammad bin Mu’afi dan Nyai Hj Ita Fajria Tamim ini didirikan oleh Kiai Abd. Alam.
Awalnya dikenal dengan sebutan "panyajjaan," yang berarti tempat berharap dan berdoa dalam bahasa Madura, nama Desa Prajjan pun berasal dari istilah ini.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Achmad Risky Hardiyanto, nama Nazhatut Thullab diberikan pada tahun 1932 oleh KH Syabrawi, keturunan ketujuh dari pendiri pesantren.
Saat ini, pesantren ini memiliki 1.205 santri mukim dan mengelola beberapa lembaga Pendidikan.
Diantaranya termasuk dua sekolah menengah pertama, tiga sekolah menengah atas, dan dua perguruan tinggi.
Banyak alumni pesantren ini yang sukses berkontribusi di berbagai bidang seperti pendidikan, pemerintahan, dan politik.
Baca Juga: Makam Nyi Ageng Serang Ada di Mana? Putri dari Pangeran Natapraja dan Panglima Perang Diponegoro
Kiai Abd. Alam, yang juga dikenal sebagai Kiai Abdul Kamal, adalah tokoh penting dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda di Madura.
Ia sering berkomunikasi dan merencanakan strategi perlawanan bersama Pangeran Cakraningrat.
Artikel Terkait
Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?
Siapa Sosok Jesajas Pongoh? Salah Satu Serdadu Asal Manado yang Berhasil Melumpuhkan Sisingamangaraja XII
Apa Itu Geger Sepoy? Kisah Tragis Kraton Yogyakarta yang Legendaris, Konon karena Upaya Diplomasi yang Gagal
Akhir Tragis Kapten Tack VOC dan Raden Trunojoyo, Benarkah Karena Kutukan Mahkota Majapahit?
Dulunya Selalu Diarak saat Idul Adha, Kerangka Hewan dari Keraton Yogyakarta Ini Sekarang Ada di UGM
Pondok Pesantren Tertua Kedua di Indonesia Ada di Semarang, Miliki Mushola Markas Medan Barat
Siapa Tumenggung Endranata? Sosok yang Dikenang Sebagai Pengkhianat Sultan Agung dan Diperlakukan Tragis Hingga Kini