Pangeran Notokusumo diangkat sebagai Adipati Pakualaman I, memimpin Kadipaten Pakualaman yang lebih independen di bawah pengaruh Inggris.
Kejadian ini juga mengakibatkan pengurasan kekayaan materi dan intelektual Keraton Yogyakarta, dengan banyak naskah sejarah dan kebudayaan Jawa dibawa ke Inggris.
Inggris juga menerapkan kebijakan ekonomi yang menguntungkan mereka di wilayah yang mereka kuasai.
Termasuk pengelolaan pajak dan sistem hukum yang berdualisme antara hukum Islam dan kolonial.
Meskipun Geger Sepoy adalah sebuah kekalahan bagi Yogyakarta, namun juga menjadi titik awal dari era baru di bawah kekuasaan Inggris di Tanah Mataram.
Untuk mengenang peristiwa ini, Prasasti Geger Sepoy dibangun di Kampung Ketelan, Wijilan, Yogyakarta.
Adanya prasasti Geger Sepoy ini sebagai penghormatan terhadap perjuangan rakyat Jawa melawan penjajahan Barat pada masa lalu.***
Artikel Terkait
Favorit Sultan Agung, Lemper Raksasa Jadi Simbol Upacara Adat Rebo Wekasan, Punya Makna Mendalam
Kisah Kekejaman Amangkurat I: Bantai Ribuan Ulama Demi Tahta, Peristiwa Tragis yang Jadi Titik Balik dalam Sejarah Kemunduran Mataram Islam
Inilah Makam Arung Palakka, Sosok yang Memperjuangkan Kemerdekaan Rakyat Bugis, Lokasinya di...
Pasukan Tulungan Pemburu Pangeran Diponegoro: Tentara Pengkhianat Rakyat yang Berasal dari Pribumi
Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata
Siapa Sosok Kapitan Jonker? Mengenal Kesatria Maluku yang Gagah Namun Berakhir Tragis karena Pengkhianatan VOC
Kutukan Turun-Temurun untuk Salah Satu Marga Tionghoa di Indonesia: Marga Ini Tidak Boleh Menginjakkan Kaki di Kecamatan Lasem, Jawa Tengah