SketsaNusantara.id - Lemper dan tradisi Rebo Wekasan di Yogyakarta merupakan dua hal yang tak terpisahkan.
Lemper adalah penganan yang terbuat dari ketan dengan isian daging ayam, abon atau daging sapi cincang.
Makanan ini biasanya dihidangkan saat upacara adat Rebo Wekasan di daerah Bantul, Yogyakarta.
Ketika pemerintahan Sultan Agung pada tahun 1600 an, upacara adat Rebo Wekasan masih terus dilestarikan hingga hari ini.
Ada yang menyebut Rebo Wekasan sebagai Rebo Pungkasan. Maknanya sama. Kata rebo dalam bahasa jawa berarti hari Rabu. Sedangkan Wekasan mengacu pada akhir atau 'pungkasan'.
Sesuai namanya, tradisi ini diselenggarakan setiap malam Rabu terakhir pada bulan Safar.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Jogjaprov.go.id, tujuan diselenggarakan Rebo Wekasan adalah sebagai penolak bala dan simbol syukur. Selain itu, juga menjadi laku keprihatinan para kyai dan ulama zaman dahulu.
Dalam upacara adat ini, lemper menjadi salah satu makanan yang ikonik.
Pasalnya, lemper dibuat dalam porsi raksasa sepanjang 2,5 meter dengan diameter 50 cm.
Selain lemper raksasa, lemper-lemper dalam porsi kecil juga disediakan. Kemudian diarak atau di kirab menuju pendopo balai Kalurahan Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.
Lemper sendiri konon merupakan kudapan favorit Sultan Agung yang memiliki makna khusus.
Artikel Terkait
Favorit Keluarga Kerajaan! Incip-Incip Kuliner Khas Yogyakarta yang Unik dan Otentik, Suguhkan Sajian Bunga Buah Pohon Kelapa
Jadi Simbol Maaf, Kuliner Lontong Ternyata Penuh Makna Filosofis, Salah Satu Makanan Tradisional Nusantara
Inilah Kuliner Khas Jawa 'Tiwul' yang Mengandung Berbagai Manfaat dan Nutrisi, Alternatif Pengganti Nasi?
Melirik Kisah Docang: Makanan Bersejarah yang Direncanakan untuk Meracuni Wali Songo, Kini Jadi Kuliner Favorit Khas Cirebon
Mengenal Makna Filosofi Soto Kudus Sebagai Kuliner Khas Kota Kudus, Kaitannya dengan Penggunaan Daging Kerbau?
7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang