Kuliner ini menjadi simbol agar manusia mampu menyingkirkan belenggu sebelum mengecap nikmatnya kehidupan.
Dalam bahasa jawa lemper punya kepanjangan yen dielem atimu ojo memper, yang artiya tidak boleh sombong ketika dipuji orang lain.
Pujian inilah yang seringkali membuat lalai dan justru menjadi belenggu manusia dalam mengarungi kehidupan.
Oleh karena itu, lemper mengajarkan kita untuk selalu rendah hati dan bersyukur atas limpahan rahmat sang Pencipta.***
Artikel Terkait
Favorit Keluarga Kerajaan! Incip-Incip Kuliner Khas Yogyakarta yang Unik dan Otentik, Suguhkan Sajian Bunga Buah Pohon Kelapa
Jadi Simbol Maaf, Kuliner Lontong Ternyata Penuh Makna Filosofis, Salah Satu Makanan Tradisional Nusantara
Inilah Kuliner Khas Jawa 'Tiwul' yang Mengandung Berbagai Manfaat dan Nutrisi, Alternatif Pengganti Nasi?
Melirik Kisah Docang: Makanan Bersejarah yang Direncanakan untuk Meracuni Wali Songo, Kini Jadi Kuliner Favorit Khas Cirebon
Mengenal Makna Filosofi Soto Kudus Sebagai Kuliner Khas Kota Kudus, Kaitannya dengan Penggunaan Daging Kerbau?
7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang