Minggu, 19 Juli 2026

5 Kontroversi Amangkurat I, Raja Kesultanan Mataram Islam yang Terkenal Kejam dan Bengis, Tinggalkan Jejak Kelam bagi Sejarah Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Juli 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi - Amangkurat I Raja Kesultanan Mataram Islam yang bersifat kejam dan bengis paling kontroversial sepanjang sejarah. (Instagram/mataramroyalblood.)
Ilustrasi - Amangkurat I Raja Kesultanan Mataram Islam yang bersifat kejam dan bengis paling kontroversial sepanjang sejarah. (Instagram/mataramroyalblood.)

Pembantaian ribuan ulama yang juga membunuh Pangeran Alit ini menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam masa pemerintahan Amangkurat I dan meninggalkan luka mendalam bagi umat Islam di Mataram.

Baca Juga: Kisah Karomah Kyai Sholeh Darat, Guru KH Hasyim Asy'ari, Pernah Bikin Mobil Tentara Belanda Mogok Gara-Gara...

4. Membunuh Dayang atau Pelayan Kerajaan

Amangkurat I juga memiliki catatan kelam dalam hal percintaan.

Ia pernah jatuh cinta dengan Ratu Malang atau Nyai Truntum hingga gunakan cara keji dengan membunuh Dalang Panjang Mas.

Namun, saat Amangkurat I berhasil merebut Ratu Malang, wanita yang dicintainya itu kemudian jatuh sakit lalu meninggal dunia. Hal ini membuat Amangkurat I patah hati.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Masjid Luar Batang, Peninggalan Ulama Keturunan Rasulullah yang Jadi Saksi Bisu Perkembangan Islam di Jakarta

Amangkurat I kemudian melampiaskan amarahnya dengan mengurung semua dayang-dayang kerajaan, dengan keji tanpa diberikan makan dan minum hingga akhirnya banyak yang meninggal dunia.

5. Membebankan Pajak Besar pada Rakyat hingga Terjadi Pemberontakan Trunojoyo

Kerjasama Amangkurat I dengan VOC menjadikan Belanda lebih mudah ikut campur dalam urusan politik kerajaan yang mengakibatkan wilayah Kerajaan Mataram mengalami penyempitan.

Tak hanya itu, Amangkurat I yang menerapkan desentraliasi dalam pemerintahannya makin membuat rakyat tercekik.

Baca Juga: Siapa Mbah Sholeh Darat? Ini 5 Fakta Ulama Kelahiran Jepara Guru 3 Pahlawan Nasional, Termasuk RA Kartini

Ia tak segan-segan menarik pajak dengan jumlah besar kepada rakyatnya.

Setelah semua kebijakan dan tindakannya yang kontroversial, rakyat kemudian mulai melakukan perlawanan hingga pada tahun 1677 terjadi Pemberontakan di bawah pimpinan Pangeran Trunojoyo dari Madura.

Melihat hal ini, Amangkurat I kemudian melarikan diri ke Cirebon dengan meminta bantuan perlindungan Belanda agar terhindar dari amukan rakyatnya.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X