Kamis, 4 Juni 2026

5 Kontroversi Amangkurat I, Raja Kesultanan Mataram Islam yang Terkenal Kejam dan Bengis, Tinggalkan Jejak Kelam bagi Sejarah Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Juli 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi - Amangkurat I Raja Kesultanan Mataram Islam yang bersifat kejam dan bengis paling kontroversial sepanjang sejarah. (Instagram/mataramroyalblood.)
Ilustrasi - Amangkurat I Raja Kesultanan Mataram Islam yang bersifat kejam dan bengis paling kontroversial sepanjang sejarah. (Instagram/mataramroyalblood.)

Beberapa di antaranya yang menjadi korban adalah Tumenggung Wiraguna hingga Pangeran Alit, adiknya sendiri dan Pangeran Pekik, ayah mertuanya.

2. Kerjasama dengan Belanda dan VOC

Pada pemerintahan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam selalu berjuang melawan Belanda yang ingin menguasai wilayahnya.

Baca Juga: Kisah Sejarah Masjid Langgar Agung Pangeran Diponegoro di Magelang, Dulu Hutan Tempat Semedi Pemimpin Perang Jawa 1825-1830

Namun, sepeninggalan Sultan Agung, Amangkurat I justru menjalin hubungan dekat Belanda.

Ia bahkan kerjasama dengan VOC dengan maksud ingin mendapat keuntungan ekonomi dari perdagangan rempah-rempah.

Sikapnya yang bekerjasama dengan Belanda ini memicu kemarahan rakyat yang dianggap sebagai pengkhianatan terhadap upaya Kerajaan Mataram Islam dalam perjuangan melawan penjajah sepeninggalan Sultan Agung.

Baca Juga: Siapa Kyai Mojo Leluhur Duta Sheila On 7? Inilah Kisah Ulama Besar yang Berjasa dalam Ilmu Keagamaan dan Semangat Juang Melawan Penjajah

3. Membunuh Ribuan Ulama

Kebijakan Amangkurat bekerjasama dengan Belanda pun menuai pertentangan dari berbagai pihak mulai dari rakyat Mataram, bangsawan hingga para ulama.

Amangkurat I dinilai sebagai raja yang zalim sehingga adiknya sendiri yakni Pangeran Alit ingin menggulingkannya dari tahta kerajaan.

Namun, niatan tersebut digagalkan sang raja dengan membasmi semua kelompok yang mendukungnya termasuk para ulama.

Baca Juga: Siapa Habib Ahmad Bin Aqil Al Munawar? Ulama Besar Guru Kyai Sholeh Darat, Tokoh Penyebar Islam di Nusantara

Pada tahun 1648, Amangkurat melakukan pembunuhan massal dengan melibas sekitar 6.000 ulama beserta santri dan anggota keluarganya.

Pembunuhan massal ribuan ulama ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara raja dengan para ulama terkait dengan kebijakan-kebijakan Amangkurat I yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X