Suku Nyema Selam juga memiliki tradisi melaksanakan sholat tarawih yang berbeda dari segi waktu.
Bagi jamaah Wanita, sholat tarawih dimulai setelah isya, sekitar pukul 20.10 Wita.
Sementara bagi para pria, sholat tarawih baru dilaksanakan pada pukul 22.00 Wita.
Tujuannya yakni agar rumah suku Nyama Selam tidak kosong pada malam hari.
Baca Juga: Mengungkap Misteri Asal-usul Suku Kajang Ammatoa di Sulawesi Selatan yang Masih Memiliki Sihir
4. Tradisi Ngejot
Berbagi makanan menjadi salah satu tradisi bagi suku Nyama Selam di Bali.
Tradisi ini menjadi salah satu bentuk persaudaraan antar sesama.
Biasanya suku Nyama Selam akan saling berbagi makanan dengan saudara, tetangga yang berbeda agama saat hari besar keagamaan masing-masing seperti Idul Fitri dan Galungan.***
Artikel Terkait
Mengenal Sunan Kuning, Tokoh Ulama Tionghoa Jawa yang Sebarkan Islam di Semarang dan Pantura
Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa
Ada Makam Tua di Gresik Terukir Nama Seorang Muslimah di Batu Nisan, Jejak Masuknya Islam ke Pulau Jawa Sebelum Wali Songo?
Siapakah Panglima Besar Kesultanan Demak? Mengenal Sosok Pemimpin Perang yang Berhasil Taklukan Portugis dan Pendiri Jayakarta
Dijuluki Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak Berusia 17 Tahun Ini Berani Menyerang Portugis di Malaka, Siapa?