1. Sistem Penamaan yang Unik
Salah satu budaya Bali yang dilakukan oleh suku Nyama Selam adalah sistem penamaan anak.
Suku Bali menggunakan sistem penamaan anak salah satunya berdasarkan urutan kelahiran.
Nama depan Wayan, Nengah, Nyoman dan Ketut diberikan pada anak pertama, kedua, ketiga dan keempat.
Baca Juga: Suka Bertualang! Ini 10 Sub Suku Jawa, Indonesia, Penyebarannya hingga ke Luar Negeri?
Sedangkan anak kelima hingga kedelapan dapat menggunakan kembali nama-nama depan sebelumnya, seperti Wayan untuk anak kelima
Namun bagi suku Nyama Selam, anak kelima dan seterusnya diberikan nama depan Ketut.
Sehingga akan ada banyak nama Ketut, mengingat nama depan ini dipakai anak keempat dan seterusnya.
2. Lokasi sholat Tarawih yang Berbeda
Sama halnya dengan umat Islam lainnya, suku Nyama Selam juga melaksanakan sholat tarawih saat Ramadhan di masjid-masjid setempat.
Namun uniknya, kaum pria suku Nyama Selam menggelar sholat tarawih di Masjid Safinatussalam saja.
Sementara para wanita, sholat tarawih di 28 musola yang ada di desa tersebut.
3. Waktu Sholat Tarawih Pria dan Wanita Berbeda
Artikel Terkait
Mengenal Sunan Kuning, Tokoh Ulama Tionghoa Jawa yang Sebarkan Islam di Semarang dan Pantura
Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa
Ada Makam Tua di Gresik Terukir Nama Seorang Muslimah di Batu Nisan, Jejak Masuknya Islam ke Pulau Jawa Sebelum Wali Songo?
Siapakah Panglima Besar Kesultanan Demak? Mengenal Sosok Pemimpin Perang yang Berhasil Taklukan Portugis dan Pendiri Jayakarta
Dijuluki Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak Berusia 17 Tahun Ini Berani Menyerang Portugis di Malaka, Siapa?