Rabu, 8 Juli 2026

Siapakah Panglima Besar Kesultanan Demak? Mengenal Sosok Pemimpin Perang yang Berhasil Taklukan Portugis dan Pendiri Jayakarta

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 20:49 WIB
Ilustrasi - Sosok Panglima Besar Kesultanan Demak (Facebook Sejarah Dunia dan Nusantara)
Ilustrasi - Sosok Panglima Besar Kesultanan Demak (Facebook Sejarah Dunia dan Nusantara)

SketsaNusantara.id - Kesultanan Demak merupakan salah satu kerajaan di tanah Jawa yang memegang peranan penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.

Berdiri pada awal abad ke-16, Kesultanan Demak adalah kerajaan terkuat di tanah Jawa yang menorehkan sejarah gemilang dalam perjalanan Nusantara.

Di balik masa kejayaannya, terdapat sosok panglima besar yang gagah berani dan berjasa besar. Lantas siapakah panglima besar Kerajaan Demak tersebut?

Baca Juga: Mengulik Kisah Gagak Rimang, Kuda Hitam Kesayangan Arya Penangsang, Ternyata Sebelumnya Milik Penggede Wilayah Ini...

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kesultanan Nusantara, masa kejayaan Kesultanan Demak tak lepas dari peranan besar Fatahillah atau Fatalehan yang menjadi salah satu panglima besar Kerajaan Demak.

Di bawah kepemimpinan Sultan Trenggono, Kesultanan Demak mencapai masa kejayaannya dan berhasil menguasai daerah pelabuhan besar di Tuban, Madiun hingga Surabaya.

Pada tahun 1526, Fatahillah berhasil menguasai pelabuhan Banten dan melanjutkan serangan ke Sunda Kelapa.

Pelabuhan utama Kerajaan Sunda itu cukup sulit dikuasai karena menjalin hubungan dagang dengan Portugis.

Menggunakan strategi yang cerdik, Fatahillah singgah di Kesultanan Cirebon dan menggabungkan kekuatan untuk melawan Portugis.

Baca Juga: Jasa-Jasa Ratu Kalinyamat, Sosok Pahlawan Nasional Perempuan dari Jepara yang Melawan Penjajahan Portugis

Dengan keberanian pasukan Demak, Portugis berhasil dikalahkan oleh Fatahillah dan Sunda Kelapa berhasil dikuasai pada tanggal 22 Juni 1527.

Kemenangan tersebut menjadi titik balik penting dalam sejarah Indonesia, menandai awal perlawanan terhadap kolonialisme di tanah Jawa.

Fatahilah kemudian diangkat menjadi pemimpin pelabuhan Sunda Kelapa yang kemudian diberi nama Jayakarta.

Jayakarta memiliki arti Kota Kemenangan yang sekarang ini dikenal sebagai Jakarta. Berdasarkan kisah sejarah tersebut, tanggal 22 Juni ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Jakarta.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Kesultanan Nusantara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X