Minggu, 19 Juli 2026

Fakta Kontroversial Arya Penangsang, Sosok Penguasa Kerajaan Demak yang Naik Tahta dengan Cara Paling Keji dan Berdarah

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi Pasukan Arya Penangsang  (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta )
Ilustrasi Pasukan Arya Penangsang (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta )

SketsaNusantara.id - Nusantara pernah memiliki satu masa sebuah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang yang penuh kontroversi namun juga memperoleh penghormatan yang luar biasa dari masyarakat.

Ia adalah Raden Arya Penangsang seorang penguasa wilayah Jipang Panolang yang saat ini dikenal sebagai daerah Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Siapa sebetulnya Pangeran Arya Penangsang dan bagaimana kemudian ia menjadi sosok yang dikenang sebagai seseorang yang menjadi kontroversi namun juga menjadi tokoh yang dihormati?

Baca Juga: Keampuhan Pusaka Joko Tingkir, Kakek Moyang Gus Dur Dibuat Lolos dari Ancaman Keris Kyai Setan Kober Arya Penangsang

Berikut kisah dan fakta menarik tentang sosok Arya Penangsang, dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube TaksakaSeta.

Asal-usul Raden Arya Penangsang 

Arya Penangsang dikenal juga sebagi Aryo Jipang, merupakan cucu langsung dari Raden Patah.

Hal itu tertulis dalam Serat Kanda, bahwa ayah Arya Penangsang adalah Raden Kikin, seorang putra dari Raja Demak pertama yakni Raden Patah.

Sedangkan ibunda dari Raden Kikin adalah putri dari Kerajaan Jipang sehingga ia sangat mungkin menjadi penerus bagi kedudukan kakeknya.

Raden Patah, kakek Arya Penangsang memiliki dua putra lainnya yakni Pati Unus dan Raden Trenggana. Artinya dua orang tersebut merupakan paman dari Arya Penangsang.

Baca Juga: Kenapa Sunan Kudus mendukung Arya Penangsang? Kisah di Balik Suksesi Kesultanan Demak hingga Muncul Mitos Masjid Demak

Raden Kikin memiliki 2 putra yakni Arya Penangsang dan Arya Mataram, sedangkan Raden Trenggana memiliki putra bernama Raden Mukmin (Sunan Prawoto).

Pada tahun 1521 Masehi, Pati Unus yang berjuluk Pangeran Sabrang Lor gugur dalam sebuah pertempuran di Selat Malaka saat melawan pasukan Portugis.

Setelah kematian Pati Unus maka kedua adiknya yakni Raden Kikin (ayah Arya Penangsang) dan Raden Trenggana lalu bersaing untuk meraih tahta.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube TaksakaSeta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X