Fatahillah sebagai pendiri Jayakarta pun diangkat menjadi Bupati atas persetujuan Sultan Demak dan Sultan Trenggono.
Hingga akhir hayatnya, Fatahillah menyebarkan agama Islam di Jayakarta dan mendirikan masjid yang letaknya berhadapan dengan keraton.
Pangeran Fatahillah wafat pada tahun 1570 dan dimakamkan di Astana Gede, Cirebon. Makamnya bersebelahan dengan makam Sunan Gunung Jati.
Beberapa peninggalan dan warisannya masih bisa dilihat di Museum Fatahillah yang dibangun di atas bekas Istana Fatahillah, bekas balai Kota Batavia.
Keberanian dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kejayaan Demak menjadikannya salah satu pahlawan nasional Indonesia yang dihormati dan dikenang sebagai pendiri Kota Jakarta.
Nama Fatahillah yang berperan besar dalam perkembangan Kota Jakarta juga dikenang menjadi nama jalan hingga nama gedung di Ibu Kota Indonesia.***
Artikel Terkait
Siapa Ratu Shima? Punya Kharismatik Jadi Pemimpin Perempuan Terkuat di Kerajaan Kalingga, Begini Asal-usulnya...
Tidak Pandang Bulu! Ini Deretan Keistimewaan Ratu Shima, Pemimpin Perempuan yang Berhasil Bawa Kerajaan Kalingga Berjaya dan Dikenal Dunia
Fakta Kontroversial Arya Penangsang, Sosok Penguasa Kerajaan Demak yang Naik Tahta dengan Cara Paling Keji dan Berdarah
Siapa Ratu Kalinyamat? Kisah Pahlawan Nasional Wanita Pemberani dari Jepara, Penakluk Portugis dalam Pertempuran...
Di Mana Makam Trunojoyo? Seorang Bangsawan dari Madura yang Melakukan Pemberontakan Kepada Kerajaan Mataram
Terpendam Ribuan Tahun, Situs Pemukiman Kuno di Temanggung Ini Jadi Kilas Balik Menuju Masa Kejayaan Mataram Kuno