Kamis, 4 Juni 2026

Sunan Bayat Apakah Termasuk Wali Songo? Mengulik Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Konon Punya Karomah Mengutuk Manusia Jadi Domba

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 16 Juli 2024 | 11:00 WIB
Ilustras - Sunan Bayat konon memiliki karomah yang bisa mengutuk manusia jadi domba. (Tangkapan Layar YouTube Maos Sholawat.)
Ilustras - Sunan Bayat konon memiliki karomah yang bisa mengutuk manusia jadi domba. (Tangkapan Layar YouTube Maos Sholawat.)

Sunan Bayat menjalani perjalanan yang berliku hingga akhirnya meninggalkan jabatannya sebagai pemimpin Kota Semarang untuk berguru pada Sunan Kalijaga. 

Dahulu, Sunan Bayat menjadi pemimpin yang baik. Namun, sepeninggal Ki Ageng Pandanaran, sifatnya berubah menjadi orang yang serakah dan dibutakan oleh harta.

Baca Juga: Mitos Puncak Gunung Lawu, Konon Jadi Tempat Pengasingan Prabu Majapahit Brawijaya V 

Pertemuan dengan Sunan Kalijaga membuat Sunan Bayat tersadar dan mengundurkan diri dari jabatan Bupati Semarang. Wilayah tersebut kemudian dipimpin oleh adik ipar Sunan Bayat, yakni Raden Mangkubumi.

Sunan Bayat kemudian bertekad mendalami agama Islam dan mengikuti sang guru yakni Sunan Kalijaga, hijrah ke selatan.

Terdapat kisah menarik saat Sunan Bayat  hijrah mengikuti Sunan Kalijaga. Kala itu, mantan bupati Semarang dirampok oleh tiga orang saat melewati suatu daerah yang kini disebut Salatiga.

Baca Juga: Apa Hubungan Sunan Bayat dan Syekh Siti Jenar? Kisahnya yang Mengguncang Himpunan Wali Songo

Sunan Bayat kemudian berselisih dengan perampok yang ingin merampas tongkatnya, karena diduga terbuat dari emas dan berlian. 

Konon, Sunan Bayat mengutuk para perampok yang terbilang keras kepala dengan dengan sebutan domba. Atas izin Allah SWT, seketika salah satu dari sekawanan perampok yang bernama Ki Sambangdalam, berubah kepalanya menjadi domba.

Kejadian luar biasa tersebut lantas membuat para sekawanan pencuri takut lalu meminta maaf dan memohon kepada Sunan Bayat untuk mencabut kutukannya agar kepala Ki Sambangdalan berubah kembali manusia.

Sunan Bayat kemudian membimbing Ki Sambangdalan menjadi muridnya dan mengajaknya bertaubat dan untuk bertirakat memohon ampun kepada Allah SWT. 

Atas izin Allah SWT pula, kepala murid Sunan Bayat tersebut akhirnya kembali seperti semula. Ki Sambangdalan telah menyesali perbuatannya dan menebus dosa-dosanya hingga menjadi pengikut setia Sunan Bayat yang hingga kini dikenal dengan julukan Syech Domba.

Dalam dakwahnya, Sunan Bayat banyak mengajarkan patembayatan atau pirukunan yakni gotong-royong terhadap sesama manusia tanpa pandang bulu. 

Sifatnya yang penyabar menjadikan Sunan Bayat mudah diterima oleh masyarakat dan sangat disegani. Ia mengajarkan agama Islam kepada warga tanpa memandang perbedaan suku, etnis atau semacamnya hingga akhir hayatnya.

Sunan Bayat wafat pada abad ke-16 dan dimakamkan di Bukit Jabalkat yang berada di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hingga kini, makam Sunan Bayat menjadi salah satu destinasi religi dan selalu ramai dikunjungi para peziarah.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X