Selain rasanya yang manis dan legit serta bisa disantap oleh berbagai kalangan masyarakat, gethuk juga memiliki filosofi yang begitu mendalam tentang kehidupan.
Menurut masyarakat Jawa, gethuk adalah bentuk lambang kesederhanaan yang mengajarkan kepada manusia agar senantiasa bersyukur pada hal-hal yang sederhana di sekitar kita dan apa yang kita punya.
Selanjutnya yang kedua, wujud gethuk yang berwarna-warni tersebut mengajarkan tentang cara berinovasi dalam berbagai hal sederhana dan bisa membuatnya jadi sesuatu yang bermanfaat, menarik, serta disukai.
Terakhir, jajanan khas ini bisa dijadikan alternatif atau pilihan makanan ketika keadaan ekonomi sedang dilanda krisis dan kelangkaan pangan.
Sekarang, gethuk sudah berevolusi dengan menghadirkan berbagai variasi seperti original, gethuk lindri, gethuk tro Magelang, gethuk gulung, gethuk goreng, gethuk pisang Kediri, gethuk ubi dan juga gethuk talas.***
Artikel Terkait
Berburu Kuliner Khas Tradisional di Titik 0 Kilometer Banyuwangi, Jajanan Melegenda Lengkap!
Pelabuhan di Banyuwangi ini Punya Kapasitas Hingga 1200 Kendaraan, Punya View Menarik Hubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali
Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India
Meski Pakai Bahasa Jawa, Wedang Ronde Bukan Kuliner Asli Indonesia Loh, Begini Asal Usulnya hingga Jadi Simbol Reuni
Keistimewaan Gua Akbar, Destinasi Wisata Unggulan Tuban yang Punya Peranan Penting dalam Syiar Islam Wali Songo di Pulau Jawa