SketsaNusantara.id - Siapa tidak mengenal jajanan khas Jawa yang terbuat dari singkong yakni gethuk.
Gethuk adalah makanan dari singkong yang dikukus serta dihaluskan dan kemudian diberi gula merah sebagai pemanis.
Selain itu, gethuk juga biasanya dimakan bersama parutan kelapa yang ditaruh di atas gethuk tersebut.
Baca Juga: 250 Anak Tangga Makam Sunan Bayat: Petualangan Mistis di Makam Sunan Bayat yang Wajib Anda Kunjungi!
Gethuk mempunyai cita rasa manis dan gurih dengan tampilannya yang berwarna-warni, sehingga tampak indah untuk dipandang.
Camilah khas Jawa ini juga disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari petani, pedagang, hingga para bangsawan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Semua Tentang Kisah, gethuk pertama kali muncul ketika zaman penjajahan Jepang yang saat itu sedang dalam krisis pangan.
Krisis pangan ini menyebabkan masyarakat Indonesia kesusahan untuk mencari makanan pokok seperti beras.
Hal tersebut orang-orang memikirkan cara lain dengan membuat makanan lainnya dan salah satunya adalah singkong.
Pada masa itu, singkong banyak tumbuh di area pemukiman penduduk serta banyak dijual di pasaran.
Gethuk berasal dari daerah Magelang yang selanjutnya menyebar ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Setiap daerah mempunyai gethuk dengan ciri khas masing-masing yang berbeda. Misalnya gethuk lindri di Magelang bentuknya panjang seperti lidi dan Wonogiri dengan gethuk talas yang bercita rasa gurih dan menggunakan bahan utama talas.
Artikel Terkait
Berburu Kuliner Khas Tradisional di Titik 0 Kilometer Banyuwangi, Jajanan Melegenda Lengkap!
Pelabuhan di Banyuwangi ini Punya Kapasitas Hingga 1200 Kendaraan, Punya View Menarik Hubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali
Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India
Meski Pakai Bahasa Jawa, Wedang Ronde Bukan Kuliner Asli Indonesia Loh, Begini Asal Usulnya hingga Jadi Simbol Reuni
Keistimewaan Gua Akbar, Destinasi Wisata Unggulan Tuban yang Punya Peranan Penting dalam Syiar Islam Wali Songo di Pulau Jawa