SketsaNusantara.id - Berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Klaten, makam Sunan Panandaran Bayat di Kelurahan Paseban, Kecamatan Bayat, telah menjadi tujuan ziarah populer.
Dikenal juga sebagai makam Sunan Pandan Arang, Sunan Bayat, atau Sunan Tembayat, tempat ini memiliki akses jalan yang mulus dan mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan.
Memasuki area makam, pengunjung akan disambut oleh Gapura Sagara Muncar, sebuah gapura bersejarah yang dibangun sejak tahun 1448 Saka.
Selain Gapura Sagara Muncar, terdapat lima gapura lain yang berfungsi sebagai penanda perjalanan menuju makam.
Gapura lainnya antara lain seperti Gapura Dhudha, Gapura Pangrantuan, Gapura Panemut, Gapura Pamuncar, dan Gapura Bale Kencur.
Setiap gapura menunjukkan tingkatan perjalanan ziarah, semakin mendekati makam Sunan Bayat.
Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube MG TV, terletak di perbukitan Gunung Jabalkat, makam ini memberikan suasana hikmat dan tenang, terutama pada malam hari ketika banyak pengunjung datang untuk berziarah dan tirakatan.
Untuk masuk, pengunjung hanya perlu membayar retribusi sebesar Rp2.000 per orang.
Perjalanan menuju makam memerlukan pendakian sekitar 250 anak tangga.
Di sepanjang tangga, terdapat pedagang yang menjual berbagai barang tradisional seperti batik dan gerabah, menambah nuansa khas Jawa yang autentik.
Artikel Terkait
Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...
Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik
Amalan Minta Uang Kontan Via 7 Malaikat, Ijazah Keturunan Sunan Drajat Ke-14, Kiai Abdul Ghofur Lamongan
Siapa Mbah Bayat? Inilah Sosok Sunan Tembayat, Anak Bangsawan asal Semarang yang Berguru ke Sunan Kalijaga
3 Kisah Unik Masjid Gholo di Klaten, Dibangun Murid Sunan Kalijaga, Suara Adzannya Bisa Terdengar Sampai Demak?