SketsaNusantara.id - Mengulik misteri pembagian antara wilayah Surakarta dan Yogyakarta yang ternyata menyimpan sejarah unik.
Untuk menjadi wilayah Surakarta dan Yogyakarta yang sudah maju seperti sekarang, rupanya ada sejarah yang menyebabkan mereka terpisah menjadi dua wilayah.
Penjelasan adanya tentang sejarah ini langsung dijelaskan oleh Ustadz Salim A Fillah tentang awal mula terpisahnya dua wilayah tersebut.
Surakarta lebih dikenal dengan sebutan Solo. Sebab nama Surakarta merupakan nama resmi secara administratif.
Namun jika menyinggung tentang branding wilayah tersebut, maka Solo menjadi sebutan yang sudah lazim digunakan.
Cukup berjarak kurang lebih 56 kilometer dengan perjalanan sekitar satu hingga dua jam. Ada Yogyakarta yang ternyata memiliki hubungan erat dengan Surakarta.
Yogyakarta memiliki arti Yogya yang kerta atau Yogya yang makmur. Adapun sumber lain menyebutkan jika nama wilayah tersebut diambil dari nama ibu kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana.
Kedua wilayah tersebut memilik kaitan sejarah yang dibahas oleh Ustadz Salim A Fillah dalam tayangan YouTube Abdel Achrian.
"Sebenarnya Jogja dan Solo itu kakak adik, Pakubuwono II di Surakarta punya adek kemudian jadi Hamengkubuwono I di Yogyakarta," ujar pendakwah Yogyakarta tersebut.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pembagian kedua wilayah itu ternyata bukan berdasarkan luasnya.
Ustadz Salim A Fillah mengatakan jika pembagian itu terjadi pada 13 Februari 1755. Yakni dalam Perjanjian Giyanti.
Artikel Terkait
5 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta: Jumlah dan Jenis Hewan, Pusaka, Waktu, Rute, hingga Ritual yang Dilakukan
Kebo Bule Kyai Slamet jadi Tokoh Utama Tradisi Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, Kenapa? Alasannya...
Digelar Malam Ini! Cek Rute Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, Patuhi Aturan Penting Ini
Kapan MPLS Tahun Ajaran 2024-2025? Cek Jadwal Resmi dari Kalender Pendidikan untuk Wilayah Jatim, Jabar, dan Jateng
10 Kosakata Bahasa Jawa yang Diserap dari Bahasa Belanda, Nomor 3 Alat Transportasi Tradisional di Yogyakarta
Sekelumit Kisah Makanan Manis di Yogyakarta dan Solo, Ternyata Miliki Kisah Penuh Perjuangan pada Masa Tanam Paksa Penjajahan Belanda