Minggu, 19 Juli 2026

Kenapa Banyak Orang yang Menggunakan Bahasa Jawa di Lampung? Ternyata Pembabat Pertamanya Berasal dari Wilayah...

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 14 Juni 2024 | 08:45 WIB
Transmigrasi Jawa ke Lampung (X/Mazzini)
Transmigrasi Jawa ke Lampung (X/Mazzini)

SketsaNusantara.id- Bagi yang pernah berkunjung ke kota Lampung pasti pernah liat ada begitu banyak orang yang menggunakan Bahasa Jawa di sana.

Padahal saat ditanya, mereka sudah sejak lahir di sana. Lalu, bagaimana itu bisa terjadi? Apa di sana multibahasa?

Melansir dari kanal YouTube Meniti Peristiwa, pada November 1965, sejumlah orang Jawa memutuskan untuk mengarungi samudera, meninggalkan kehidupan yang mereka kenal di Jawa Selatan dengan gelombang laut Kidul yang ganas.

Baca Juga: Wisata dengan Milky Way di Lumajang, Bukan Bromo: Cocok buat Destinasi Camping saat Liburan

Mereka berlayar menuju kota Betawi, kini dikenal sebagai Jakarta, memulai perjalanan bersejarah yang akan membawa mereka ke Sumatera.

Menggunakan kapal uap yang bersandar di Tanjung Priok, mereka menyeberangi Laut Jawa dan Selat Sunda, akhirnya tiba di pelabuhan kecil di Teluk Betung, Lampung.

Sesampainya di Teluk Betung, 815 orang yang terdiri dari 155 keluarga ini memulai perjalanan darat selama dua hari menuju Gedong Tataan.

Mereka berjalan kaki melewati daerah yang masih sangat sepi dan bermalam di Negeri Sakti, kini terkenal dengan rumah sakit jiwa di dekatnya.

Baca Juga: Tol sepanjang 171,52 km Hubungkan Probolinggo hingga Ujung Timur Pulau Jawa, Masih Proses Pembangunan?

Sesampainya di Gedong Tataan, mereka mulai membuka lahan untuk pertanian, bekerja setengah hari untuk pemerintah Belanda dan setengah hari lagi untuk ladang mereka sendiri.

Pemerintah kolonial menyediakan bola besi berdiameter 50 cm untuk merobohkan pepohonan, alat penting bagi koloni pertama ini dalam membuka kebun karet.

Para kolonis Jawa tinggal sementara di bangunan yang disebut Bedeng, yang kini menjadi bagian dari tangsi Tentara Nasional Indonesia.

Mereka membangun kampung pertama yang dinamai Bagelen, sesuai dengan nama daerah asal mereka di Purworejo, Jawa Tengah.

Kampung ini terletak di sekitar museum yang mengenang sejarah mereka.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Meniti Peristiwa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X