Atas saran ahli nujum kerajaan, Raden Kian Santang memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Mekah untuk menemui seseorang bernama Ali yang diyakini dapat memberinya jawaban.
Perjalanan Kian Santang ke Mekah bukanlah perjalanan biasa. Ia melakukan perjalanan gaib yang tidak bisa dijelaskan dengan nalar manusia.
Setibanya di Mekah, Kian Santang bertemu dengan Sayidina Ali, sahabat Nabi Muhammad, yang kemudian mengenalkannya pada ajaran Islam.
Pertemuan ini mengubah hidupnya. Tertarik dengan ajaran Islam, Kian Santang memutuskan untuk memeluk agama ini dan belajar lebih dalam di bawah bimbingan Sayidina Ali.
Setelah lama belajar di Mekah, Raden Kian Santang merasa siap untuk kembali ke Pajajaran dan menyebarkan ajaran Islam.
Kepulangannya disambut dengan rasa penasaran oleh Prabu Siliwangi.
Meskipun sedikit terkejut dengan keputusan putranya, Prabu Siliwangi menghormati dan mendukung niat Kian Santang untuk menyebarkan agama Islam di kerajaannya.
Dengan semangat baru, Kian Santang mulai menyebarkan ajaran Islam ke berbagai daerah di Kerajaan Pajajaran, dimulai dari desa-desa kecil hingga ke seluruh tanah Pasundan.
Keberhasilan Kian Santang dalam menyebarkan Islam tidak lepas dari dukungan para sufi dan ulama seperti Fatah Rahmatullah, Abdul Muhi, Jafar Siddiq, dan ulama dari Cirebon dan Mataram, Arif Muhammad, serta Pangeran Santri dari Sumedang.
Melalui usaha mereka, ajaran Islam semakin berkembang dan meluas di tanah Sunda.
Setelah berhasil menyebarkan Islam, Raden Kian Santang memilih untuk menetap di Garut, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Nganjuk Mendadak Jadi Destinasi Wisata Religi di Bulan Suro, Lokasi Ini Ramai Dikunjungi Peziarah Meski Letaknya Ada di Ketinggian
Ritual Mistis Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang, Ada Prosesi Khusus untuk Pengharapan Agar Sumber Air Tetap Mengalir
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa
Cuma di Sini Kamu Bisa Nikmati Pesona Air Panas Panabungan Tarutung Terbesar di Tapanuli Utara: Bisa Berendam?
Wisata Gratis di Gresik, Cocok Banget untuk Menenangkan Pikiran dengan Rindangnya Mangrove
Kisah Perjalanan Sultan Hamengkubuwono VII, Pewarisan Takhta Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah Kesultanan Yogyakarta
Ritual Kungkum Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Turun-Temurun, Pernah Dilakukan Presiden Soeharto, Beneran Bikin Sakti?