Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Dinasti Syailendra, Wangsa yang Berhasil Membangun Candi Termegah dan Salah Satu Keajaiban Dunia yang Dilindungi UNESCO

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 5 Juli 2024 | 21:45 WIB
Ilustrasi Dinasti Syailendra  (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta )
Ilustrasi Dinasti Syailendra (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta )

Nama Borobudur sendiri tak jelas asal-usulnya, namun nama ini tertulis di dalam catatan Sir Stamford Raffles dalam bukunya Sejarah Pulau Jawa.

Satu-satunya catatan paling tua yang merujuk pada nama Borobudur adalah catatan Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca pada tahun 1365.

Perihal nama Borobudur yang disebutkan oleh Sir Stamford Raffles rupanya mencoba mengikuti tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi ini yakni Desa Bore Boro.

Hal ini merujuk pada candi candi di Indonesia yang memiliki nama kebanyakan diambil dari nama desa dimana ia ditemukan.

Sedangkan dalam dalam istilah Budha, Budur merupakan istilah Budha dalam bahasa Jawa yang berarti purba, sehingga jika disimpulkan menjadi Boropurba.

Baca Juga: Candi Ampel Tulungagung Peninggalan Kerajaan Majapahit, Apakah Ada Kaitannya dengan Sunan Ampel Wali Songo?!

Namun ada satu teori yang menyatakan bahwa nama Borobudur berasal dari kata Borobbusa yang berasal dari kata sambarabudhara yang artinya gunung budara.

Kapan dan siapa yang membangun Borobudur

Candi Borobudur adalah monumen Buddha terbesar di dunia yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia dimana siapa yang membangunnya masih menjadi perdebatan.

Namun sejumlah sejarawan meyakini bahwa Borobudur diperkirakan di bangun  mulai sekitar abad ke-8 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.

Dinasti Syailendra merupakan dinasti Buddha Mahayana yang berkuasa di Jawa pada masa itu 

Sekali lagi, meskipun tidak ada catatan tertulis yang menyebutkan secara pasti siapa yang membangun Candi Borobudur, namun para ahli meyakini bahwa candi tersebut dibangun oleh raja-raja dari Dinasti Syailendra 

Seperti yang disebutkan dalam disertasi JGD Khas Paris pada tahun 1950 menguraikan bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan yang didasarkan pada  prasasti Karang Tengah dan tritepusan.

Khas Paris memperkirakan pembangunan Borobudur dimulai pada tahun 770 Masehi oleh Raja Mataram kedua yakni Rakai Penangkaran.

Baca Juga: Efek Letusan Gunung Samalas, Kelaparan di Mana-Mana, Erupsi Dahsyat yang Mengubur Kerajaan Lombok

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube TaksakaSeta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X