Blangkon sendiri memiliki keistimewaan dan makna filosofis yang begitu mendalam.
Makna didalamnya adalah berupa bentuk pengharapan dalam nilai-nilai kehidupan.
Apalagi, masyarakat Jawa memang kaya akan makna dan filosofi budaya dalam kehidupan sehari-harinya, seperti halnya pada penggunaan blangkon.
Masyarakat Jawa Kuno mempercayai bahwa kepala laki-laki mempunyai arti serius dan khusus, sehingga pemakaian blangkon selalu menjadi hal yang wajib.
Pada zaman dahulu, pembuatan blangkon tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang.
Hal tersebut karena adanya penetapan pakem atau aturan khusus tersendiri. Hanya seniman yang punya keahlian dan memahami pake yang boleh membuat blangkon.
Pemenuhan pakem dan nilai keindahan memiliki pengaruh yang besar pada nilai blangkon.
Semakin memenuhi pakem, maka semakin tinggi juga nilai blangkon tersebut.
Nilai keindahan pada blangkon didasarkan pada cita rasa dan ketentuan standar sosial.
Tidak hanya pada pembuatan saja, namun juga saat blangkon digunakan.
Berikut ini nilai dan makna yang ada pada penggunaan blangkon.
Artikel Terkait
Tak banyak yang Tahu, 4 Guru Spiritual Sunan Kalijaga, Salah Satunya Dihukum Mati Wali Songo, Karena Dianggap Sesat!
Bukan Masjid Biasa! 4 Keunikan Arsitektur Masjid Menara Kudus, Bingkai Akulturasi Budaya Nusantara Warisan Wali Songo
Wali Songo Bahkan Angkat Tangan Tak Mampu Islamkan Ponorogo, Tapi Tokoh Ini Mampu Taklukkan Lewat Jalur Seni
Misteri Usia Sunan Kalijaga Hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara
Kisah Wali Songo: Gelar Nama Sunan Kalijaga Bukan karena Bertapa Menjaga Sungai di Tanah Jawa, Ada Makna Lain...
Kisah Wali Songo: Kesaktian Sunan Bonang Taklukkan Brahmana Sakyakirti dari India pada Agama Islam