SketsaNusantara.id - Sebagian orang Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, mengasosiasikan malam Jumat Kliwon dengan hal-hal yang menyeramkan.
Malam Jumat Kliwon dipercaya sebagian masyarakat sebagi momen yang penuh dengan kekuatan gaib dan makhluk halus. Malam ini sering kali dianggap menyeramkan dan sarat dengan cerita-cerita mistis.
Dalam banyak cerita rakyat, malam Jumat Kliwon sering digambarkan sebagai waktu di mana batas antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi tipis.
Makhluk halus seperti kuntilanak, pocong, dan wewe gombel konon lebih aktif dan mudah terlihat pada malam ini.
Jumat Kliwon adalah salah satu kombinasi dari penanggalan Jawa, yaitu hari Jumat yang jatuh pada pasaran Kliwon.
Penanggalan Jawa menganut sistem yang memadukan antara 2 siklus, yakni mingguan (Senin-Minggu) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Tepat pada saat malam Jumat Kliwon itulah banyak orang Jawa percaya tentang adanya energi gaib dan mistis yang muncul.
Ada banyak cerita seram alias horor yang kerap dikaitkan dengan malam Jumat Kliwon. Bahkan, pengaruhnya pun sampai ke berbagai Budaya Populer seperti film, musik, novel, dan sebagainya.
Namun, benarkah demikian?
Faktanya, malam Jumat Kliwon tidak ada kaitannya dengan kisah-kisah horor semacam itu. Justru, malam tersebut adalah waktu sakral yang mengisi sejarah dan tradisi umat Islam di Nusantara.
Menurut penuturan Ustadz Salim A. Fillah, pendakwah sekaligus pakar sejarah Islam di Nusantara, malam Jumat Kliwon adalah waktu sidang atau berkumpulnya para Wali Songo.
Artikel Terkait
Tak banyak yang Tahu, 4 Guru Spiritual Sunan Kalijaga, Salah Satunya Dihukum Mati Wali Songo, Karena Dianggap Sesat!
Bukan Masjid Biasa! 4 Keunikan Arsitektur Masjid Menara Kudus, Bingkai Akulturasi Budaya Nusantara Warisan Wali Songo
Wali Songo Bahkan Angkat Tangan Tak Mampu Islamkan Ponorogo, Tapi Tokoh Ini Mampu Taklukkan Lewat Jalur Seni
Misteri Usia Sunan Kalijaga Hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara
Kisah Wali Songo: Gelar Nama Sunan Kalijaga Bukan karena Bertapa Menjaga Sungai di Tanah Jawa, Ada Makna Lain...