Kamis, 4 Juni 2026

Unik! Blangkon Senantiasa Jadi Ciri Khas Penampilan Sunan Kalijaga, Ternyata Ini Makna dan Nilai yang Terkandung pada Penggunaannya

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:42 WIB
Sunan Kalijaga Selalu Memakai Blangkon Sebagai Media  Pengenalan Ajaran dan Nilai Islam di Jawa.  (Instagram @dzat.ul.)
Sunan Kalijaga Selalu Memakai Blangkon Sebagai Media Pengenalan Ajaran dan Nilai Islam di Jawa. (Instagram @dzat.ul.)

1. Wujud Pengendalian Diri.

Pada zaman dahulu, masyarakat Jawa khususnya para laki-laki akan selalu memanjangkan rambutnya

Tetapi, mereka tidak akan membiarkan rambutnya berantakan dengan cara selalu mengikatnya atau menggulung rapi ke belakang kepala dengan memakai kain.

Baca Juga: Inilah Konsep Dakwah Islam Masa Wali Songo: 8 Tugas dalam Mengubah Sistem Sosial Budaya di Jawa, Manusia Keramat Nusantara?

Mereka hanya akan menguraikan rambut saat berada di rumah atau dalam sebuah perkelahian atau peperangan.

Saat rambut laki-laki terurai, maka itu menunjukkan sebagai wujud luapan emosi atau puncak kemarahan.

Jadi, penggunaan blangkon adalah sebagai peringatan dasar agar selalu bersikap lembut dan menahan emosi atau wujud pengendalian diri.

Baca Juga: Inilah Konsep Dakwah Islam Masa Wali Songo: 8 Tugas dalam Mengubah Sistem Sosial Budaya di Jawa, Manusia Keramat Nusantara?

2. Nilai-Nilai Keislaman

Nilai-nilai Islam pada blangkon dikenalkan oleh Sunan Kalijaga yang memang pada dakwahnya mengakulturasikan antara budaya Jawa dengan Islam, salah satunya ada pada blangkon.

Masuknya Islam menambahkan makna pada kebiasaan menggunakan blangkon dimana orang Jawa akan selalu menjaga bagian kepala dan rambunya bagaikan mahkota yang terhormat.

Bentuk blangkon terdiri dari lipatan melingkar untuk menutupi kepala dan ada mondolan atau bulatan di bagian belakang.

Baca Juga: Ajaib, Ubah Kolang-Kaling Jadi Emas, Gimana Caranya? 3 Kesaktian Sunan Bonang Wali Songo yang Tak Banyak Orang Tau

Kain blangkon yang menutupi kepala sebanyak 17 lipatan melambangkan ada 17 rakaat dalam 5 waktu shalat.

Mondolan di bagian belakang melambangkan sebagai pengingay agar penggunanya selalu menjalankan perintah dan tidak menutup mata pada Yang Maha Kuasa.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: pariwisata.demakkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X