Selain kerajinan bambu, desa ini juga memiliki potensi kesenian tradisional. Berbagai kesenian masih rutin ditampilkan dalam kegiatan desa.
Kesenian yang dapat disaksikan meliputi karawitan, cokekan, kuntulan, campursari, hingga sholawatan. Kegiatan seni tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Lingkungan desa yang masih alami menjadi daya tarik tambahan. Wisatawan dapat bersepeda mengelilingi desa sambil menikmati suasana pedesaan.
Hamparan sawah dan latar pegunungan menjadi pemandangan yang kerap ditemui pengunjung. Suasana tersebut memberikan pengalaman wisata yang berbeda dari kawasan perkotaan.
Fasilitas pendukung di Desa Wisata Brajan tergolong lengkap. Tersedia kamar mandi, musala, sepeda, pemandu wisata, dan akses internet gratis bagi pengunjung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan
Pesona Desa Wisata Gamplong Sleman, Seni Tenun Turun-temurun yang Masih Hidup di Tengah Persaingan Industri
Desa Wisata Adat Arjasa Jember: Destinasi Edukasi Budaya dengan Warisan Megalitikum, Seni Ritual, hingga Kuliner Khas Lokal
Desa Wisata Kelor Sleman: Destinasi Tenang di Lereng Merapi dengan Sungai Gendhol Jernih dan Aktivitas Alam Lengkap