Sastra Sendaren dipentaskan dalam bentuk macapat atau geguritan. Tradisi adat seperti kenduri dan nyadran juga masih dijalankan warga. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial desa.
Di kawasan desa masih terdapat rumah tradisional berbentuk limasan. Bangunan tersebut kerap menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto. Selain itu, pengunjung dapat membeli emping melinjo sebagai oleh-oleh khas desa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan
Pesona Desa Wisata Gamplong Sleman, Seni Tenun Turun-temurun yang Masih Hidup di Tengah Persaingan Industri
Desa Wisata Adat Arjasa Jember: Destinasi Edukasi Budaya dengan Warisan Megalitikum, Seni Ritual, hingga Kuliner Khas Lokal
Desa Wisata Kelor Sleman: Destinasi Tenang di Lereng Merapi dengan Sungai Gendhol Jernih dan Aktivitas Alam Lengkap