Kamis, 4 Juni 2026

Pagi-Pagi di Jogja Mau Makan Enak? Kuliner Dekat Alun-Alun Kidul Yogyakarta ini Jadi Pilihan sejak 1960-an

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:00 WIB
Suasana pagi di Yogyakarta harus disempurnakan dengan kuliner terbaik. (Pexels/AL FARIZ )
Suasana pagi di Yogyakarta harus disempurnakan dengan kuliner terbaik. (Pexels/AL FARIZ )

SketsaNusantara.id - Pagi hari di Yogyakarta selalu identik dengan pilihan kuliner tradisional yang menggugah selera.

Selain gudeg, banyak hidangan khas lain yang kerap menjadi incaran wisatawan.
Salah satu menu sarapan yang cukup dikenal adalah brongkos khas Jogja.

Brongkos dikenal sebagai makanan berkuah cokelat pekat yang sekilas mirip rawon. Perbedaannya terletak pada penggunaan kacang tolo dan santan dalam racikannya.

Baca Juga: Bir Jawa, Minuman Tradisional Kraton Yogyakarta Hasil Akulturasi Budaya Favorit Sultan Hamengkubuwono VIII

Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih yang kuat dan kuah lebih kental. Hidangan ini umumnya berisi daging sapi, tahu, telur, dan tetelan.

Warna kuah cokelat gelap berasal dari penggunaan kluwak sebagai bumbu utama. Brongkos dimasak dengan beragam rempah khas Jawa yang kaya aroma.

Di Yogyakarta, salah satu brongkos yang dikenal luas adalah Brongkos Handayani.

Baca Juga: Manten Tebu! Tradisi Cembengan di Yogyakarta Ini Menikahkan Tebu bak Manusia, Ada Ijab dan Maharnya, Begini Rangkaiannya

Warung ini berada di kawasan Alun-Alun Kidul atau dikenal sebagai Brongkos Alkid.
Lokasinya tepat di Jalan Gading No.2, Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, Warung Brongkos Handayani dirintis sejak era 1960-an oleh Adijo dan Saridjem.

Usaha kuliner tersebut kemudian diteruskan oleh anak-anaknya hingga sekarang.
Keberadaan warung ini dikenal konsisten menjaga cita rasa sejak awal berdiri.

Menu utama yang disajikan adalah brongkos telur dan brongkos koyor. Brongkos koyor disajikan dalam mangkuk terpisah dengan sepiring nasi putih. Isinya berupa daging sapi serta koyor atau gajih sapi.

Sementara brongkos telur disajikan langsung menyatu dengan nasi dalam satu piring. Penyajian ini memudahkan pengunjung menikmati brongkos sebagai menu sarapan. Menu ini kerap dipilih pengunjung yang ingin santapan praktis pagi hari.

Dalam proses memasak, Brongkos Handayani menggunakan berbagai rempah tradisional. Bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, dan ketumbar.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X