Wisatawan yang hendak melihat penyu bertelur hingga ikut melepas tukik tentu harus menginap di Pantai Sukamade. Hal ini dikarenakan, penyu akan bertelur saat malam hari dan harus dalam keadaan sepi atau tidak orang.
Sehingga, wisatawan yang ingin melihat penyu bertelur harus mengikuti aturan-aturan yang diberikan oleh guide di Pantai Sukamade. Apabila melanggar hal itu, justru akan mengganggu aktivitas dan habitat penyu di sana.
Sementara itu, jika ingin ikut serta dalam melepas tukik atau anak penyu biasanya dilakukan saat pagi hari secara bersamaan.
Tukik atau anak penyu tidak dibiarkan berada di laut saat baru menetas, karena dikhawatirkan di makan oleh predator. Oleh karena itu, di Pantai Sukamade terdapat tempat khusus untuk tukik, yang kemudian jika dirasa mampu bertahan hidup di laut maka akan dilepas.
Jika ingin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Pantai Sukamade tentu tak perlu khawatir karena di sana telah disediakan homestay atau penginapan yang harganya cukup affordable.
Apalagi rute perjalanan menuju Pantai Sukamade ini tergolong sangat menantang. Bagaimana tidak, kendaraan pribadi hanya bisa sampai di Desa Sarongan.
Kemudian dari Desa Sarongan harus menyewa jeep, mengingat jalan menuju Pantai Sukamade yang menanjak, menikung, melewati sungai, dan jalan rusak hingga berlumpur.
Ditambah perjalanan dari Desa Sarongan untuk sampai ke Pantai Sukamade ini membutuhkan waktu 4-5 jam, karena memang jalannya sangat menantang. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disajikan dengan berbagai keindahan perkebunan.
Meski begitu, sejauh ini banyak wisatawan ataupun peneliti dari berbagai penjuru dunia telah datang ke Pantai Sukamade, untuk meneliti, mengamati, atau sekedar ingin menambah wawasan serta melihat secara langsung penyu bertelur. Hal ini dikarenakan, penyu bertelur adalah fenomena yang cukup langka.
Tentu menjadi suatu hal yang sangat menarik, karena wisatawan bisa melihat fenomena langka secara langsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu
Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan
4 Daya Tarik Wisata di Situs Sendang Kamal di Maospati, Magetan, Benarkah Ada Jejak Kerajaan Kuno?
Pesona Desa Wisata Gamplong Sleman, Seni Tenun Turun-temurun yang Masih Hidup di Tengah Persaingan Industri
Desa Wisata Adat Arjasa Jember: Destinasi Edukasi Budaya dengan Warisan Megalitikum, Seni Ritual, hingga Kuliner Khas Lokal