SketsaNusantara.id - Kebudayaan Indonesia sangat erat kaitannya dengan berbagai kesenian.
Salah satu kesenian dengan akar kuat dari kebudayaan Nusantara adalah tembang Jawa.
Tembang adalah lirik atau sajak yang memiliki irama nada dan dalam bahasa Indonesia disebut dengan lagu.
Baca Juga: Tembang Macapat Jawa Tengah vs Yogyakarta: Sama-Sama Merdu, Tapi Kenapa Rasanya Beda?
Berasal dari bahasa Jawa yakni “nembang”, jenis yang populer di kalangan masyarakat adalah macapat. Namun terdapat tembang lain yang populer pada 1980-an yakni campursari.
Terdapat sebuah lagu campursari yang sangat terkenal yang berjudul “Suwe Ora Jamu”. Lagu ini merupakan karya R.C. Hardjosubroto dan dipopulerkan oleh Waldjinah pada 2002 dengan modifikasi.
Bukan sekadar tembang hiburan belaka, lagu Suwe Ora Jamu memiliki makna yang cukup unik.
Dikutip SketsaNusantara.id dari jurnal penelitian yang berjudul “Tembang Campursari Suwe Ora Jamu dalam Masyarakat Jawa Karya Waldjinah (Kajian Etnografi)” oleh Saras Yulianti dan Suwardi Endraswara, makna lagu ini adalah tentang pertemuan.
Berikut lirik lengkap lagu Suwe Ora Jamu beserta arti dan maknanya.
Suwe ora jamu mas
Jamu godhong telo
Suwe ora ketemu
Temu pisan ojo gelo
Suwe ora jamu mas
Jamu godhong meniran
Wis suwe ora ketemu
Temu pisan dadi pikiran
Artikel Terkait
Rahasia di Balik Pembuatan Perahu Madura: Dari Larangan Kayu Nangka hingga Tali Gelam yang Kuat
Napak Tilas di Hari Pahlawan, 6 Tempat Wisata Sejarah di Surabaya Ini Bisa Jadi Pilihan, Ada Museum 10 November
Mengenang Perjuangan Sang Ahli Perang Gerilya melalui Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Kediaman Dinas Bapak TNI di Masa Lalu
4 Keistimewaan Tari Perang Khas Papua, Kesenian Penuh Energi dari Bumi Cendrawasih, Mengobarkan Semangat Kemenangan di Medan Perang
Kisah Perjalanan Sekolah Perempuan Pertama di Indonesia, Didirikan oleh Raden Dewi Sartika, Pahlawan Kemerdekaan Nasional dari Cicalengka
Arti Permainan Tradisional Hompimpa, Berasal dari Bahasa Sansekerta dan Mengajarkan Nilai-Nilai Kehidupan
Keunikan Kopiah Riman, Warisan Sultan Iskandar Muda yang Terbuat dari Serat Pohon Aren, Ada sejak Abad ke-17 Masehi
Asal-Usul Kerak Telor, Kuliner Khas Betawi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja, Makanan Favorit Para Elit di Tahun 1970-an