SketsaNusantara.id - Kearifan masyarakat Madura dalam membangun perahu menjadi salah satu warisan budaya maritim yang masih bertahan hingga kini.
Proses pembuatannya tidak hanya melibatkan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Bagi orang Madura, perahu bukan sekadar alat transportasi laut. Ia juga simbol kerja keras dan keberanian dalam menghadapi kehidupan di laut.
Karena itu, setiap langkah pembuatannya dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengikuti aturan yang dipercaya secara turun-temurun.
Dalam tradisi tersebut, pemilihan kayu menjadi tahap paling penting. Ada pantangan yang harus ditaati agar perahu tidak membawa kesialan bagi pemilik dan penggunanya.
Kayu Terbaik dan Larangan dalam Pembuatan Perahu
Tidak semua kayu bisa digunakan untuk membuat perahu. Dalam buku Warisan Bahari Indonesia, disebutkan bahwa para pengrajin Madura percaya bahwa kayu memiliki "jiwa", sehingga pemilihannya harus dilakukan dengan cermat.
Kayu yang dilarang dipakai antara lain kayu nangka, kayu yang memiliki mata kayu, dan kayu yang pernah tersambar petir. Kayu semacam itu dianggap membawa nasib buruk atau tidak tahan lama di air laut.
Sebaliknya, bahan utama yang dipilih adalah kayu jati dan kayu camplong. Kedua jenis kayu ini dikenal kuat, tahan air, dan mudah dibentuk. Biasanya, bahan baku dikumpulkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun. Tidak jarang, kayu jati didatangkan dari daerah Tuban, yang terkenal sebagai penghasil jati berkualitas tinggi.
Tali Gelam dan Dempul Tradisional untuk Kedap Air
Selain kayu, bahan lain yang diperlukan adalah sabut kelapa dan kulit kayu camplong atau yang disebut gelam. Keduanya digunakan untuk membuat tali yang berfungsi menutup celah antar papan badan perahu.
Serat sabut kelapa dipilin bersama gelam hingga membentuk tali kuat. Setelah itu, tali-tali tersebut dimasukkan ke sela-sela papan perahu agar air tidak merembes ke dalam.
Artikel Terkait
Melawan Arus Zaman! Perahu Tambangan Ploso Tetap Berlayar, Jejak Warisan Sungai Brantas yang Bertahan di Tengah Modernisasi
Banjir di Bekasi Makin Parah, Sejumlah Warga yang Terjebak di Rumah Minta Bantuan Perahu Karet hingga Evakuasi
Rano Karno vs Gibran, Gaya Pejabat Tinjau Lokasi Banjir Naik Perahu Karet, Netizen: Maklumlah Wagubnya Masih Artis...
Di Mana Lokasi Jembatan Perahu Haji Endang? Bantu Warga Selama 15 Tahun, Terancam Ditutup Karena Dianggap Ilegal
Telaga Bedakah Wonosobo: Destinasi Healing dengan Perahu Bebek dan Area Camping Estetik