Kebiasaan tersebut tidak terlepas dari sejarah awal munculnya pada 1950 yang dimaksudkan untuk menyemarakkan bulan Ramadhan.
Namun kini, Rampak Bedug tidak hanya dimainkan di bulan Ramadhan saja melainkan sudah menjadi ajang kreasi antar kelompok pemukul beduk.
3. Awalnya Hanya Laki-Laki yang Memainkan
Pada awal munculnya, Rampak Bedug hanya dimainkan oleh kaum laki-laki saja, namun kini perempuan pun turut serta menjadi bagian dari kesenian ini.
Umumnya pemukul pada Rampak Bedug terdiri atas 10 orang yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, namun dapat pula lebih berdasarkan pertunjukan yang akan dimainkan.
4. Terdiri dari Beberapa Bagian
Dalam kesenian ini terdapat beberapa bagian. Di antaranya adalah beduk besar yang berfungsi sebagai bass.
Selain itu juga terdapat satu set beduk kecil yang berfungsi sebagai pengatur irama, tempo, dan dinamika musik yang dipentaskan.
Terdapat pula tingtir yang terbuat dari batang pohon kelapa dengan fungsinya sebagai penyelaras irama lagu.
Bagian lainnya adalah anting caram dan anting karam yang terbuat dari pohon jambu dengan lilitan kulit kendang, berfungsi sebagai pengiring lagu dan tari.
5. Mengandung Unsur Religi
Kesenian ini mengandung unsur religi, selain dari alat yang digunakan yakni beduk, terdapat bagian lain yang menunjukkan unsur tersebut yakni dari kostum pemukul beduk.
Kostum pemukul beduk mengenakan busana muslim dan muslimah dengan aksesoris tambahan namun tidak melanggar unsur religiusitas yang terkandung di dalamnya.
Pemain laki-laki pada umumnya mengenakan pakaian pesilat lengkap dengan sorban khas Banten.
Artikel Terkait
5 Hasil Kesenian Sunan Kalijaga untuk Syiar Dakwah Islam di Pulau Jawa, Nomor 4 Penuh Makna Filosofis yang Sering Dilupakan
Festival Rakyat Ramadhan 1446 H Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Jember, Nyoman: Kita Hadirkan Kesenian dan Kebudayaan
Unik dan Menyeramkan, Inilah Kesenian Can Macanan Kadduk dan Ta Butaan yang Tertua di Jember
5 Fakta Kesenian Wayang Cina Jawa yang Nyaris Diberangus Orde Baru: Kini Hanya Tersisa 2 Wacinwa di Dunia
Wujudkan Keberagaman Melalui Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme, Jember Gelar Berbagai Kesenian Leluhur