Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Unik Kesenian Tradisional Rampak Bedug Khas Banten, Dimainkan untuk Menyemarakkan Bulan Ramadhan hingga Unsur Religi di Dalamnya

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Rampak Bedug, kesenian tradisional khas Banten yang mengandung unsur religi.  (Kemenagpandeglang.id)
Rampak Bedug, kesenian tradisional khas Banten yang mengandung unsur religi. (Kemenagpandeglang.id)

Kebiasaan tersebut tidak terlepas dari sejarah awal munculnya pada 1950 yang dimaksudkan untuk menyemarakkan bulan Ramadhan.

Namun kini, Rampak Bedug tidak hanya dimainkan di bulan Ramadhan saja melainkan sudah menjadi ajang kreasi antar kelompok pemukul beduk.

Baca Juga: 5 Fakta Tari Glipang, Kesenian Khas Probolinggo Jawa Timur, Simbol Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda di Masa Lampau

3. Awalnya Hanya Laki-Laki yang Memainkan

Pada awal munculnya, Rampak Bedug hanya dimainkan oleh kaum laki-laki saja, namun kini perempuan pun turut serta menjadi bagian dari kesenian ini.

Umumnya pemukul pada Rampak Bedug terdiri atas 10 orang yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, namun dapat pula lebih berdasarkan pertunjukan yang akan dimainkan.

4. Terdiri dari Beberapa Bagian

Dalam kesenian ini terdapat beberapa bagian. Di antaranya adalah beduk besar yang berfungsi sebagai bass.

Selain itu juga terdapat satu set beduk kecil yang berfungsi sebagai pengatur irama, tempo, dan dinamika musik yang dipentaskan.

Terdapat pula tingtir yang terbuat dari batang pohon kelapa dengan fungsinya sebagai penyelaras irama lagu.

Bagian lainnya adalah anting caram dan anting karam yang terbuat dari pohon jambu dengan lilitan kulit kendang, berfungsi sebagai pengiring lagu dan tari.

5. Mengandung Unsur Religi

Kesenian ini mengandung unsur religi, selain dari alat yang digunakan yakni beduk, terdapat bagian lain yang menunjukkan unsur tersebut yakni dari kostum pemukul beduk.

Kostum pemukul beduk mengenakan busana muslim dan muslimah dengan aksesoris tambahan namun tidak melanggar unsur religiusitas yang terkandung di dalamnya.

Pemain laki-laki pada umumnya mengenakan pakaian pesilat lengkap dengan sorban khas Banten.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X