Kamis, 4 Juni 2026

Pasar Sumberkolak Situbondo Dibuka Mulai Jam 3 Pagi, Ada 5 Fakta Menarik yang Membuatnya Masih Bertahan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi pasar di Situbondo, Jawa Timur. (Pexels/Kirandeep Singh Walia)
Ilustrasi pasar di Situbondo, Jawa Timur. (Pexels/Kirandeep Singh Walia)

Jika kebanyakan pasar buka saat matahari terbit, Pasar Sumberkolak sudah mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB dini hari.

Aktivitas jual beli berlangsung hingga siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Ini menunjukkan bahwa pasar ini menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak subuh, terutama bagi pedagang grosir, penjual sayuran, hingga pembeli dari desa-desa sekitar.

3. Memiliki Lebih dari 300 Unit Kios dan Los untuk Pedagang

Pasar ini cukup besar. Berdiri di atas lahan seluas 6.565 meter persegi, bangunannya mencakup 3.306 meter persegi.

Tercatat ada 85 unit kios, 228 los terbuka, dan 26 los tertutup yang digunakan oleh pedagang berbagai jenis barang. Dengan total lebih dari 300 unit tempat berdagang, pasar ini menjadi rumah ekonomi bagi ratusan keluarga.

4. Barang Dagangan Sangat Lengkap dan Merakyat

Jenis barang yang dijual sangat beragam dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Di pasar ini, pembeli bisa menemukan sembako, sayur-mayur, daging sapi, daging ayam, serta kebutuhan pokok lainnya. Pasar ini jelas menjadi pusat pasokan utama bagi warga sekitar Kecamatan Panarukan dan sekitarnya.

5. Didukung Fasilitas Umum yang Memadai

Pasar Sumberkolak dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti mushola, area parkir, MCK, dan tempat pembuangan sampah.

Kehadiran fasilitas ini menjadikan pasar lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung, sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah daerah dalam menjaga fungsi pasar tradisional agar tetap layak dan bersih.

Pasar Sumberkolak bukan sekadar tempat berjual beli. Ia adalah bagian dari sejarah ekonomi dan sosial warga Situbondo yang telah bertahan lebih dari 50 tahun.

Dengan operasional sejak subuh, ratusan pedagang aktif, dan fasilitas yang terus diperbaiki, pasar ini menjadi bukti bahwa pasar tradisional masih punya daya hidup yang kuat, bahkan di tengah tantangan modernisasi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X