Kamis, 4 Juni 2026

Berdiri Sejak 1927, Gereja Tertua di Jember Ini Jadi Simbol Toleransi Antar Umat Beragama, Konon Dulu Pernah Direbut Jadi Markas Tentara Jepang

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Juni 2025 | 20:25 WIB
Potret Gereja Santo Yusup, tempat peribadatan umat Katolik di Jember yang berdiri kokoh sejak 1927 dan menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Bumi Pndhalungan (Instagram/santoyusupjember)
Potret Gereja Santo Yusup, tempat peribadatan umat Katolik di Jember yang berdiri kokoh sejak 1927 dan menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Bumi Pndhalungan (Instagram/santoyusupjember)

Sebelum ada Gereja Santo Yusup, umat Katolik di Jember menggunakan ruang kelas dalam gedung Standaard School sebagai tempat ibadat darurat.

Gereja Santo Yusup Jember dibangun dengan arsitektur mirip gereja-gereja di Eropa.

Sayangnya selama masa pendudukan Jepang, bangunan gereja sempat mengalami kerusakan parah karena digunakan sebagai markas perang tentara Jepang.

Baca Juga: Satu-satunya di Jember! Pabrik Gula Zaman Belanda Berusia 104 Tahun, Kisah Nyata dari Film Pabrik Gula?

Pada masa pendudukan Jepang, Gereja Santo Yusup Jember mengalami masa kelam. Banyak dokumen-dokumen penting hilang, bahkan pastor-pastor ditangkap.

Setelah Indonesia merdeka, gereja ini mengalami pemulihan dan terus berkembang, baik dari segi bangunan maupun aktivitas keagamaannya.

Gereja Santo Yusup dibangun dengan gaya arsitektur Gotik, lengkap dengan menara lonceng dan jendela kaca berwarna.

Bangunan ini menggunakan tembok batu bata merah ekspos dan atap sirap, menciptakan suasana yang mengingatkan pada gereja-gereja di Eropa.

Baca Juga: Sarat Makna, Ini 5 Fakta Menarik Kursi Paus Fransiskus di Gereja Katedral Jakarta, Buah Karya Kebanggaan Anak Bangsa

Di area gereja, terdapat patung-patung dua Yesus Kristus yang terletak di sisi bangunan, menambah nilai artistik dan historisnya.

Gereja ini beberapa kali direnovasi. Pada tahun 1974, dilakukan pemugaran serta perluasan gedung gereja karena jumlah umat Katolik di Jember makin bertambah.

Pada tahun 2007 dilakukan renovasi dengan penambahan kanopi pada bagian depan serta penempatan patung Nabi Elijah dan Nabi Elisa di sisi samping pintu masuk Gereja Santo Yusup.

Baca Juga: Inilah Sendang Tirto Waluyojati Sebagai Situs Religi Penganut Agama Katolik, Awal Penemuannya karena Ritual Doa Warga Setempat?

Selain itu, terdapat patung dan lukisan Bunda Maria di samping rempat duduk yang menambah kekhusyukan suasana di dalam gereja.

Salah satu hal yang paling diingat dari Gereja Santo Yusup adalah kepeduliannya pada umat beragama yamg mencerminkan sikap selalu menjunjung tinggi toleransi.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @pariwisatajember

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X