Kamis, 4 Juni 2026

Asal-Usul Usaha Perkebunan Tembakau yang Menjadi Primadona di Kabupaten Jember Sejak Indonesia Belum Merdeka, Dipelopori Orang Asing?

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Mei 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi sejarah usaha perkebunan tembakau yang berpengaruh besar bagi Jember. (Freepik / 8photo)
Ilustrasi sejarah usaha perkebunan tembakau yang berpengaruh besar bagi Jember. (Freepik / 8photo)

SketsaNusantara.id- Menelusuri sejarah di balik usaha perkebunan Tembakau di Jember yang sampai saat ini masih eksis.

Perlu diketahui bahwa Jember juga dikenal sebagai sumber tembakau yang melimpah bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Bagaimana tidak, usaha tersebut sudah dimulai sejak tahun 1850 yang dipelopori oleh orang asing.

Baca Juga: Hidden Gem di Jember! KISAH Bakehouse Tawarkan Croissant dan Sourdough Premium Harga Ramah Kantong dari Balik Gang

Tokoh yang memulai usaha tembakau di Jember adalah George Birnie. Pada 21 Oktober 1859, ia menggandeng Mathiesen dan van Gennep untuk mendirikan perusahaan tembakau bernama NV Landbouw Maarschapij Oud Djember (LMOD).

Usaha perkebunan tersebut kemudian tumbuh sangat pesat. Sejarah perubahan ekonomi di Jember pun dimulai.

Apalagi sejak didukung oleh Undang-Undang Agrarian yang memberikan kesempatan untuk para pengusaha menggunakan lahannya.

Baca Juga: Mengenang Markas Brigif Raider 9 yang Kini Menjelma Jadi Lippo Plaza Jember, Pusat Perbelanjaan Mewah yang Ada di Jantung Kota

Tak main-main, mereka bahkan diperbolehkan untuk menggunakan tanah tersebut dalam jangka waktu 75 tahun.

Sejarah perkembangan ekonomi pun tak hanya mulai berkembang pesat. Namun juga dalm bidang demografi dan kultur.

Akibatnya Jember yang sebelumnya termasuk bagian dari distrik Bondowoso, kemudian berkembang dan terpisah dari wilayah itu pada tahun 1883.

Baca Juga: Bule Aja Suka! 5 Warung Legendaris di Jember, Kuliner Khas Kota Tembakau yang Patut Dicoba, Ada Gudeg Dicampur Pecel?

Namun sejarah kemunduran dari usaha tembakau tersebut pun dimulai. Karena pada tahun 1970an mulai mengalami kemunduran.

Tak sedikit perusahaan yang sudah gulung tikar karena tidak sanggup untuk bertahan. Namun tak sedikit pula perusahaan yang mampu melewati masa-masa tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X