Kamis, 4 Juni 2026

Dari Nasi hingga Sambal: Berikut 5 Makanan Tradisional Jawa Kuno yang Masih Ada hingga Kini

Photo Author
Dinzha Fairrana Atsir, Sketsa Nusantara
- Selasa, 13 Mei 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi, makanan rakyat Majapahit kuno terdiri dari nasi, sayuran, dan sambal. (Freepik/ freepik)
Ilustrasi, makanan rakyat Majapahit kuno terdiri dari nasi, sayuran, dan sambal. (Freepik/ freepik)

 

SketsaNusantara.id - Jika kita mencoba membayangkan apa yang orang-orang zaman kuno makan, mungkin tidak banyak yang terlintas di kepala. Apakah mereka menggunakan bahan pangan serupa atau memasak dengan cara yang sama?

Sebagian besar pengetahuan tersebut mungkin sudah terkubur oleh waktu. Namun, manusia selalu tahu cara mendokumentasikan kehidupan mereka.

Ada yang meninggalkan lukisan di dinding gua, membangun patung-patung, hingga merekam rutinitas mereka ke atas permukaan prasasti.

Baca Juga: Paket Nasi Murah Meriah Cuma Rp 4 Ribu: Ini Resto di Jogja yang Sajikan Kuliner Enak dengan Harga Terjangkau

Termasuk mereka yang dulu hidup pada masa kerajaan-kerajaan kuno. Kala itu, rakyat jelata mengukir apa saja yang mereka makan sehari-hari di atas prasasti. Tepatnya, prasasti yang ditulis untuk mencatat upacara penetapan sima.

Di dalam upacara tersebut, ada acara makan-makan bersama di penghujung acara. Menu yang dihidangkan di acara tersebutlah yang dicatat masyarakat ke dalam prasasti.

Selain dari prasasti, mereka juga menyimpan data tentang menu-menu tersebut ke dalam naskah kuno maupun relief candi.

Baca Juga: Lapar Tengah Malam? Melipir Sejenak ke Warung Kuliner Khas Mojokerto, Rasakan Sensasi Makan Lauk Sambal Oprak Tapi Bukan Disajikan di Atas Piring

Penasaran apa saja menu yang disajikan pada masa itu? Berikut di antaranya yang sudah SketsaNusantara.id rangkum dari beberapa sumber kredibel:

1. Nasi

Agaknya nasi memang sudah mengakar keras dan tidak bisa dipisahkan dari bagian kehidupan Nusantara.

Namun lebih dari sekadar makanan pokok, nasi juga merupakan simbol kesuburan yang lekat dengan kepercayaan masyarakat pada masa itu. Dewi Sri yang dipercaya mendatangkan kesuburan amat lekat dengan simbol padi.

Mungkin alasan tersebut yang menjadikan nasi sering disajikan dalam perayaan, khususnya nasi tumpeng atau skul paripurna yang ada hingga saat ini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X