Minggu, 19 Juli 2026

Dijepit dan Dibakar! Kuliner Khas Sumenep Sudah Merajalela di Surabaya, Bukan Pentol Sembarangan, Kuliner Ini Wajib Dicoba Kalau Kangen Pulau Madura

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Mei 2025 | 22:00 WIB
Pentol khas Sumenep, Pulau Madura kini hadir di Surabaya, kuliner favorit pada zaman sekarang. (Instagram @elmael.mdr)
Pentol khas Sumenep, Pulau Madura kini hadir di Surabaya, kuliner favorit pada zaman sekarang. (Instagram @elmael.mdr)

SketsaNusantara.id- Desa Ambunten merupakan salah satu wilayah di Sumenep, Pulau Madura.

Wilayah tersebut memiliki kuliner khas yang terbuat dari tepung dan daging ikan. Yakni pentol ghepek.

Kini warga Surabaya tak perlu jauh-jauh pergi ke Madura untuk mendapatkan sajian kuliner tersebut.

Baca Juga: Rujak Pakai Tulang Dinosaurus? Warung Kuliner di Surabaya Ini Paling Laris Manis, Pakai 2 Macam Petis Bikin Sensasi Rasa Ala Madura Makin Autentik

Karena ada salah satu kedai di Surabaya yang menjajakan pentol ghepek sebagai sajian khas Pulau Madura.

Mengutip dari Instagram @elmael.mdr, kedai ini ada di wilayah Bulak Banteng. Yakni Jalan Bulak Banteng Lor 1 No. 46, Surabaya.

Kedai ini siap melayani pelanggan setiap hari pada pukul 09.00 sampai 22.00 WIB. Pentol ghepek juga selalu tersedia.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Minum Kopi di Alam Terbuka, Ngopi di Sawah Bogor Tawarkan Suasana Pedesaan dan Kuliner Nusantara yang Unik dan Berkesan

Yakni pentol ikan asli Sumenep, Madura yang disajikan dengan cara dijepit menggunakan alat khusus.

Aroma ikan yang semerbak akan membuat siapa saja ketagihan. Apalagi dicocol dengan sambal kental yang khas.

Warung Buk Jamila ini juga menyediakan beragam kuliner, seperti rujak khas Madura dengan siwil.

Baca Juga: Menelisik Implementasi Kabupaten Layak Anak di Sumenep: Ketika Komitmen Pemerintah Dipertanyakan

Kemudian ada sajian pentol tahu sambal petis, pentol tahu kocek, dan rujak buah atau rujak manis.

Jika rindu kuliner khas Madura. Kedai yang ada di Surabaya ini juga menyuguhkan rujak dengan petis khas pulau tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X