Bahkan, beberapa penjual juga punya buku bahasa Inggris. Cukup tanyakan pada pemilik kios, maka akan langsung tunjukkan ke arah tumpukannya atau mencarikan stoknya di dalam toko.
Baca Juga: Pernah Jadi Kos-kosan, Hotel, dan Toko Bunga, Ada Apa Saja di Museum Sumpah Pemuda?
Mengejutkannya, di sekitar lokasi tersebut tidak hanya menjual buku bekas, tetapi ada juga yang menawarkan jasa pengetikan, rental komputer printing, dan fotokopi. Uniknya alat ketik di sini ada yang masih menggunakan mesin tik jadul.
Sayang sekali, toko buku ini hampir tinggal kenangan masa kecil saja sekarang.
Jika dulu penjualnya banyak memenuhi jalan, kini hanya beberapa saja yang tersisa.
Baca Juga: Yuk, Liburan ke Sumber Taman Wisata Air Hidden di Malang! Memiliki Air yang Bening, Lokasinya di...
Sebab itulah, mereka yang dulunya sering berbelanja di sini sewaktu kecil akan diterpa aroma nostalgia dan waktu yang telah menguning saat berkunjung.
Jika tertarik berburu buku bekas dengan harga ekonomis atau ingin sekadar melepas rindu, maka kamu bisa kunjungi toko tersebut di Jalan Kebangkitan Nasional No. 21-22 Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo.
Lapak-lapak dibuka sejak pagi, sekitar pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 18.00 WIB. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Cari Kebaya Jadul? Yuk Jalan-Jalan ke Pasar Triwindu Solo, Pusatnya Barang Antik di Dekat Pura Mangkunegaran, Siapa Pendirinya?
5 Destinasi Hits di Solo untuk Liburan Tahun Baru 2025, Biar Hemat Anggaran Atur dari Sekarang
Pasar Gede: Spot Kuliner Tradisional Khas Kota Solo dengan 3 Unsur Budaya, Destinasi Wisata Libur Tahun Baru 2025
3 Rekomendasi Wisata Tahun Baru Imlek 2025 dari Jakarta hingga Solo, Banyak Pengalaman Seru
Berdiri Sejak 1881, Roti Legend Kota Solo Kuliner Kesukaan Para Raja, Tak Pernah PHK Karyawan
Dulu Belum Pakai Gerobak? Intip Cerita Masa Lalu dari Jujugan Kuliner Tersohor di Solo, Istilah Angkringan Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 1918