Selasa, 16 Juni 2026

Yogyakarta Jadi Satu-Satunya Provinsi yang Tak Pernah Dijajah Bangsa Asing, Intip Kisah Kesultanan Tertua di Indonesia yang Dihormati hingga Kini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 April 2025 | 22:00 WIB
Potret Keraton Yogyakarta sebagai bukti keberadaan Kesultanan Tertua di Indonesia yang masih dihormati hingga kini (jogjaprov.go.id)
Potret Keraton Yogyakarta sebagai bukti keberadaan Kesultanan Tertua di Indonesia yang masih dihormati hingga kini (jogjaprov.go.id)

Sejak awal berdiri, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dikenal sebagai kerajaan yang diakui kedaulatannya.

Baca Juga: Kasultanan Yogyakarta Pernah Melebarkan Wilayah Sampai Malang! Ada Sesuatu Usai Tumbangnya Diponegoro

Bahkan, saat masa penjajahan Belanda, Sultan tetap memiliki kekuasaan atas pemerintahannya sendiri melalui serangkaian perjanjian politik dengan Belanda.

Hal ini menegaskan bahwa Keraton Yogyakarta tidak bisa tunduk dan diatur-atur begitu saja oleh Belanda.

Pada masa pendudukan Jepang, wilayah Yogyakarta tetap diakui sebagai daerah istimewa, dengan dipimpin langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai kepala daerah.

Baca Juga: Wedang Jamu Coro, Masih Lestari Sejak Kasultanan Bintoro, Demak, Disimpan dan Disajikan dengan Cara Unik

Pada Perjanjian Giyanti juga disebutkan bahwa Yogyakarta dan Surakarta dijadikan Kerajaan Vassal. Hal ini menjadikan dua wilayah tersebut tidak bisa dijajah oleh Belanda.

Pasalnya, Kerajaan Vassal dilindungi secara Internasional sehingga jika Yogyakarta dalam bahaya dan diserang negara lain, maka ada negara lain sebagai "pelindung" yang akan membantu wilayah tersebut.

Sedari dulu hingga sekarang, Yogyakarta juga memiliki hubungan diplomatik yang sangat baik dengan Belanda.

Meski disebut sebagai wilayah yang belum pernah dijajah, Yogyakarta sebelumnya pernah diserang tentara Belanda saat dijadikan Ibu Kota Indonesia pada tahun 1946.

Baca Juga: Rahasia Bertahannya Kesultanan Yogyakarta: Warisan Piwulang Sunan Kalijaga yang Terus Dijaga

Yogyakarta dengan sistem pemerintahan yang teratur dianggap lebih siap jadi Ibu Kota, apalagi kala itu keadaan Jakarta belum aman pasca proklamasi kemerdekaan.

Pada tanggal 1 Maret 1949, terjadi perlawanan di Yogyakarta akibat Belanda yang mengepung wilayah tersebut. Serangan ini merupakan respons dari Agresi Militer Belanda II yang bertujuan merebut ibu kota Indonesia saat itu.

Pasukan Indonesia menyerang sejak pagi buta dari segala penjuru kota yang akhirnya berhasil merebut sejumlah persenjataan para penjajah dan berhasil usir Belanda dari Yogyakarta.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X