Banyak masyarakat yang kemudian pindah ke kota untuk mencari pekerjaan hingga akhirnya menetap.
Hingga akhirnya pada saat libur panjang tiba seperti pada masa lebaran, banyak yang pulang kampung untuk merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga.
Baca Juga: 6 Tips Mudik Lebaran 2025 Hemat dan Aman dengan Kendaraan Pribadi, Nomor 5 Jangan Sampai Lupa
Melihat fenomena mudik yang lambat laut menjadi tradisi jelang lebaran, pemerintah saat itu akhirnya mulai menyiapkan prasarana penunjang seperti menghidupkan kembali jalur kereta api peninggalan kolonial belanda.
Kini, mudik menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut hari Idul Fitri dengan momen puncak pada satu minggu sebelum dan sesudah lebaran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Salah Kaprah! Tradisi Kenduri Hari ke-3, 7, 40, 100, dan 100 Bukan Pengaruh Hindu-Budha tapi Warisan Islam Nusantara, Begini Faktanya
Ngabuburit, Tradisi Bulan Ramadhan yang Paling Dinanti hingga Fenomena ‘War Takjil’ Jelang Waktu Berbuka Puasa
Tradisi Ramadhan Berusia 1 Abad di Masjid Raya Medan, Bagi-Bagikan ‘Takjil’ Buka Puasa Keluarga Sultan, Apa Itu?
Siapa Pencetus THR? Profil Soekiman Wirjosandjojo, Perdana Menteri yang Lahirkan Tradisi 'Hadiah Lebaran' di Indonesia
Marak Tradisi Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Buya Yahya: Jika di Dalam Serah Terimanya...